Sabtu, 13 Juni 2026 WIB

Rico Waas Dorong Pesparani Jadi Agenda Tahunan Bergengsi di Kota Medan

editor - Jumat, 22 Mei 2026 20:31 WIB
Rico Waas Dorong Pesparani Jadi Agenda Tahunan Bergengsi di Kota Medan
Rico Waas saat menerima audiensi pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kota Medan di Ruang Khusus Wali Kota Medan, Balai Kota Medan, Jumat (22/5/2026).

MEDAN - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menginginkan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) berkembang menjadi agenda tahunan bergengsi di Kota Medan, setara dengan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Bahkan, ia mengusulkan agar Pesparani dapat diselenggarakan bersamaan dengan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) sebagai upaya memperkuat keberagaman, toleransi, dan harmonisasi antarumat beragama di Kota Medan.

Hal tersebut disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kota Medan di Ruang Khusus Wali Kota Medan, Balai Kota Medan, Jumat (22/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Ketua LP3KD Kota Medan Antonius Tumanggor didampingi Sekretaris Pinta Omastri Pandiangan menyampaikan bahwa Surat Keputusan (SK) kepengurusan LP3KD Kota Medan telah ditetapkan sejak 25 Oktober 2025. Mereka juga melaporkan sejumlah program yang akan dijalankan, termasuk pelantikan pengurus pada Juli 2026 serta persiapan menghadapi Pesparani tingkat Provinsi Sumatera Utara di Pematangsiantar dan Pesparani Nasional di Manado pada November 2026.

Baca Juga:
"Kami berharap pelantikan segera dilakukan karena banyak program pembinaan yang ingin dijalankan, termasuk pembentukan paduan suara hingga tingkat kecamatan, sosialisasi ke paroki-paroki, hingga persiapan Pesparani Kota Medan yang rencananya digelar Agustus mendatang," ujar Antonius.

Selain menyampaikan program kerja, LP3KD Kota Medan juga mengajukan dukungan hibah dari Pemerintah Kota Medan guna menunjang kegiatan pembinaan, pengembangan seni paduan suara gerejani, serta berbagai kegiatan keagamaan Katolik di Kota Medan.

Menanggapi hal tersebut, Rico Waas menyatakan dukungannya terhadap berbagai program yang dirancang LP3KD. Menurutnya, kegiatan pembinaan seni paduan suara keagamaan memiliki peran penting dalam mengembangkan bakat generasi muda sekaligus mempererat hubungan antarumat beragama di tengah masyarakat yang majemuk.

"Pelantikan kapan saja bisa, kalau bisa di bulan Juli. Kami tentu ingin mendorong kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar," kata Rico Waas yang saat itu didampingi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Medan Wandro Malau, Pelaksana Tugas Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Suluh, serta Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Prayogi.

Terkait usulan hibah, Rico Waas mengatakan Pemerintah Kota Medan akan mempelajari lebih lanjut mekanisme dan ketentuan yang berlaku agar pelaksanaannya sesuai dengan regulasi.

Lebih jauh, Rico Waas menilai Pesparani memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi ajang seni dan budaya yang prestisius. Menurutnya, kualitas paduan suara yang dimiliki Kota Medan tidak kalah dengan daerah lain dan layak mendapat ruang pengembangan yang lebih luas.

"Perlombaan paduan suara ini dapat menjadi ajang bergengsi Kota Medan seperti MTQ. Ini menjadi harapan saya," ujarnya.

Sebagai bentuk penguatan semangat keberagaman, Rico Waas juga mengusulkan agar Pesparani dan Pesparawi dapat dikemas dalam satu rangkaian agenda tahunan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Langkah tersebut dinilai mampu memperkuat citra Kota Medan sebagai kota yang inklusif dan menjunjung tinggi toleransi.

"Bisa dibuat sebagai agenda rutin tahunan, bahkan dilakukan bersamaan antara Pesparani dan Pesparawi. Pemko Medan mendorong betul kegiatan seperti ini mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga tingkat kota," ungkapnya.

Menurut Rico Waas, kegiatan berbasis seni dan keagamaan seperti Pesparani tidak hanya menjadi wadah pengembangan kemampuan paduan suara, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, membangun dialog sosial, dan memperkuat harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.

"Ini bisa menunjukkan bahwa Kota Medan terbuka untuk semuanya," pungkasnya.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru