Minggu, 31 Mei 2026 WIB

Pemkab Samosir Gelar Semarak Peradaban Batak, Ratusan Pelajar Rayakan Hari Ulos Nasional

editor - Jumat, 24 Oktober 2025 17:27 WIB
Pemkab Samosir Gelar Semarak Peradaban Batak, Ratusan Pelajar Rayakan Hari Ulos Nasional
Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk

SAMOSIR -Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) menggelar Perayaan Hari Ulos Nasional yang dikemas dalam kegiatan Semarak Peradaban Batak di kawasan Water Front Pangururan, Kamis (24/10/2025). Kegiatan bertema "Merayakan Warisan, Menyatukan Generasi" itu diikuti ratusan pelajar tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dari seluruh kecamatan di Kabupaten Samosir.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk dan menghadirkan berbagai perlombaan musik serta tari kreasi tradisional antar kecamatan. Sebanyak 360 peserta yang tergabung dalam sembilan kontingen tingkat SD dan sembilan kontingen tingkat SMP tampil mewakili kecamatan masing-masing.

Penampilan para peserta berhasil menarik perhatian ribuan pengunjung yang memadati lokasi acara. Harmoni musik gondang, gerakan tari kreasi tradisional, serta ragam ulos yang dikenakan para peserta menghadirkan suasana penuh semangat budaya dan kebanggaan terhadap warisan Batak.

Baca Juga:
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), SAB Rudi SM. Siahaan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Samosir Ny. Kennauli A. Sidauruk, Ketua LAB Pantas M. Sinaga, serta jajaran Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kabupaten Samosir.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bentuk upaya pelestarian budaya Batak di kalangan generasi muda.

"Kita ingin anak-anak SD dan SMP tetap mencintai budaya warisan leluhur. Walau merantau, jangan pernah lupa akan asal dan identitas sebagai orang Batak dari Samosir, titik nol peradaban Batak dan daerah pariwisata," ujar Ariston.

Menurutnya, ulos bukan hanya sekadar kain tradisional, tetapi memiliki makna filosofis yang mencerminkan kasih sayang, kehangatan, serta identitas masyarakat Batak yang diwariskan secara turun-temurun.

Halaman:
Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru