Sabtu, 30 Mei 2026 WIB

Hari Jadi ke-22, Bupati Vandiko Tegaskan Samosir Terus Berbenah di Tengah Keterbatasan

editor - Rabu, 07 Januari 2026 21:16 WIB
Hari Jadi ke-22, Bupati Vandiko Tegaskan Samosir Terus Berbenah di Tengah Keterbatasan
Pemerintah Kabupaten Samosir bersama DPRD Kabupaten Samosir USAI menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir, Rabu (7/1/2026).

SAMOSIR -Pemerintah Kabupaten Samosir bersama DPRD Kabupaten Samosir menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir, Rabu (7/1/2026). Dalam momentum tersebut, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus membangun dan berbenah meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan.

Rapat paripurna yang berlangsung di gedung DPRD Samosir itu dibuka secara resmi oleh Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon. Sejarah singkat terbentuknya Kabupaten Samosir dibacakan oleh Asisten Pemerintahan Tunggul Sinaga sebagai pengingat perjalanan panjang perjuangan pemekaran daerah tersebut.

Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, Wakil Ketua DPRD Osvaldo Simbolon dan Sarhockel M. Tamba, Wakapolres Samosir B. Napitupulu, Kajari Samosir Satria Irawan, Pabung 0210/TU G. Sebayang, Sekretaris Daerah Marudut Tua Sitinjak, para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat se-Kabupaten Samosir, pimpinan instansi vertikal, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta insan pers.

Baca Juga:
Sejumlah tokoh yang pernah terlibat dalam perjalanan pemerintahan Kabupaten Samosir juga hadir, di antaranya Penjabat Bupati Samosir tahun 2004 Wilmar E. Simanjorang, Wakil Bupati periode 2016–2021 Juang Sinaga, Ketua DPRD periode 2014–2019 Rismawati Simarmata, dan pemrakarsa Kabupaten Samosir Robinson Sinaga.

Dalam sambutannya, Bupati Vandiko menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-22 kepada seluruh masyarakat Samosir, baik yang berada di daerah maupun di perantauan.

"Atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir, saya mengucapkan Dirgahayu Kabupaten Samosir kepada seluruh masyarakat Samosir di manapun berada," ujar Vandiko.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum hari jadi sebagai sarana refleksi untuk memperkuat komitmen pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan Samosir membutuhkan sinergi seluruh pihak dengan mengedepankan nilai budaya dan kearifan lokal.

"Sebagai masyarakat yang berbudaya dan menjunjung nilai kearifan lokal, mari bersinergi dan bekerja sama untuk mewujudkan Kabupaten Samosir yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan," katanya.

Vandiko menegaskan bahwa pembentukan Kabupaten Samosir bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pelayanan yang lebih dekat dan pembangunan yang lebih merata. Karena itu, ia menilai peningkatan kinerja aparatur dan partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

"Dalam perjalanan 22 tahun ini harus diakui Kabupaten Samosir telah berbenah diri dan terus membangun di tengah berbagai keterbatasan. Ke depan, dukungan dan kinerja maksimal dari seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan," ucapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pemrakarsa Kabupaten Samosir, masyarakat perantau, DPRD, lembaga pemerintah, dan sektor swasta yang telah memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah selama ini.

Pemrakarsa Kabupaten Samosir Robinson Sinaga menegaskan bahwa berdirinya Kabupaten Samosir bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan panjang masyarakat untuk mendekatkan pelayanan publik dan mempercepat pembangunan daerah.

Sementara itu, Wakil Bupati Samosir periode 2016–2021 Juang Sinaga menilai peringatan hari jadi harus menjadi momentum introspeksi bersama bagi pemerintah dan masyarakat. Ia mengapresiasi kemajuan pembangunan, terutama di sektor pariwisata, namun mengingatkan pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

Pandangan serupa disampaikan mantan Penjabat Bupati Samosir Wilmar E. Simanjorang. Ia mengajak pemerintah dan masyarakat berani menghadirkan inovasi pembangunan tanpa mengabaikan kelestarian alam dan budaya.

"Pembangunan Samosir ke depan perlu berpijak pada alam dan budaya, pelayanan manusiawi, serta pelayanan publik yang berkualitas," ujarnya.

Ketua DPRD Samosir periode 2014–2019 Rismawati Simarmata juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan hidup di tengah pembangunan daerah. Ia mengapresiasi sikap Pemerintah Kabupaten Samosir yang menolak bantuan corporate social responsibility (CSR) yang dinilai berpotensi merusak lingkungan.

"Kami mengapresiasi Bupati Samosir yang menolak CSR perusak lingkungan, namun kita juga harus berbenah memperbaikinya," kata Rismawati.

Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon menegaskan bahwa peringatan hari jadi tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial. Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu mendukung pembangunan berkelanjutan.

"Usia yang semakin dewasa menuntut kerja keras, sinergi, dan persiapan ekstra agar Kabupaten Samosir semakin sejahtera dan bermartabat," ujar Nasip.(**)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru