Senin, 25 Mei 2026 WIB

Medan Raih Dua Penghargaan Nasional, Wali Kota Tekankan Kinerja Kolektif dan Pelayanan Publik

editor - Senin, 27 April 2026 22:19 WIB
Medan Raih Dua Penghargaan Nasional, Wali Kota Tekankan Kinerja Kolektif dan Pelayanan Publik
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas

MEDAN -Pemerintah Kota (Pemko) Medan meraih dua penghargaan nasional menjelang peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran pemerintahan.

Apresiasi itu disampaikan Rico usai memimpin upacara peringatan Hari Otda ke-30 dan membacakan amanat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian di halaman Kantor Wali Kota Medan, Senin (27/4/2026).

"Ini bukan karya saya semata, tetapi hasil kerja tim seluruh perangkat daerah, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, hingga seluruh aparatur sipil negara (ASN). Terima kasih untuk kita semua," ujar Rico.

Baca Juga:
Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja, dengan fokus utama pada pelayanan publik yang berkualitas.

Dalam beberapa hari terakhir, Pemko Medan meraih penghargaan Excellent City in Digital Public Services Transformation (Kota Unggul dalam Transformasi Layanan Publik Digital) serta peringkat kedua kategori Creative Financing (Pembiayaan Kreatif) dari 154 kabupaten/kota di Sumatera.

Penghargaan transformasi digital diberikan atas keberhasilan Pemko Medan dalam mengintegrasikan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), termasuk implementasi Smarttax dan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), yang dinilai mampu meningkatkan transparansi dan efisiensi layanan publik.

Sementara itu, penghargaan Creative Financing mencerminkan kemampuan daerah dalam mengelola pembiayaan alternatif, seperti penguatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) serta pemanfaatan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan anggaran.

"Yang terpenting bukan penghargaan itu sendiri, tetapi bagaimana hasil kerja kita dirasakan masyarakat melalui pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan responsif," tegas Rico.

Dalam kesempatan tersebut, Rico juga membacakan amanat Mendagri yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan otonomi daerah.

Dengan mengusung tema "Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita", peringatan tahun ini menegaskan komitmen untuk memperkuat kemandirian daerah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Mendagri, melalui amanat yang dibacakan Rico, menyoroti pentingnya integrasi perencanaan dan penganggaran antara pemerintah pusat dan daerah. Ketidaksinkronan program dinilai masih menjadi tantangan yang berdampak pada efektivitas pembangunan.

"Tanpa koordinasi yang baik, tujuan pembangunan nasional tidak akan tercapai secara optimal," ujar Rico membacakan sambutan Mendagri.

Selain itu, pemerintah daerah didorong untuk memperkuat reformasi birokrasi yang berorientasi pada hasil (outcome), bukan sekadar penyerapan anggaran. Digitalisasi terintegrasi dan inovasi daerah menjadi kunci dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang efektif.

Rico menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam birokrasi saat ini merupakan kebutuhan untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat dan efisien.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga diminta memprioritaskan pemenuhan layanan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, air bersih, dan sanitasi, guna mengurangi ketimpangan antarwilayah. Penguatan sumber daya manusia, termasuk tenaga kesehatan dan program pemenuhan gizi, turut menjadi perhatian utama.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru