Minggu, 03 Mei 2026 WIB

Salah Pilih Armada! Kurir Ganja 3 Kg Naik Becak Motor, Ending-nya Dijemput Polisi

Disangka santai di jalan kampung, ternyata lagi bawa “paket berat” yang bikin urusan makin berat
Irul Daulay - Minggu, 03 Mei 2026 10:15 WIB
Salah Pilih Armada! Kurir Ganja 3 Kg Naik Becak Motor, Ending-nya Dijemput Polisi
Foto: Dua pelaku diamankan Satresnarkoba Polres Tapanuli Selatan bersama barang bukti ganja seberat 3 kilogram dengan latar becak motor yang digunakan untuk mengangkut.

TAPSEL | Jelajahnews.id - Ada-ada saja cara pelaku mengelabui petugas. Bukannya pakai mobil mewah atau jalur tikus, dua orang kurir narkotika ini justru memilih becak motor sebagai "kendaraan operasi".

Sayangnya, aksi mereka gagal total setelah polisi menggagalkan peredaran ganja 3 kilogram di Angkola Muara Tais, Kamis (30/4/2026) petang.

Dua pelaku berinisial RSR (40) dan HK (37) diamankan saat melintas di Jalan simpang masuk Pesantren Modern Baharuddin, Desa Janji Mauli.

Baca Juga:

Bukannya mencurigakan karena ngebut, justru gaya santai mereka di atas becak motor yang membuat polisi semakin curiga.

Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait rencana pengiriman ganja dari Panyabungan menuju Angkola Muara Tais.

Menindaklanjuti laporan itu, tim Satresnarkoba langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan dan penyekatan di sejumlah titik.

Benar saja, tak butuh waktu lama, dua sosok yang dicurigai muncul. Saat dihentikan dan diperiksa, petugas menemukan satu paket ganja seberat 3 ribu gram yang disimpan rapi dalam kardus dan dibungkus plastik-tampak sederhana, tapi isinya bikin pusing tujuh keliling.

Dari hasil pemeriksaan, RSR yang merupakan seorang perempuan diduga berperan sebagai "pemegang kendali barang", sementara HK bertugas sebagai pengemudi becak motor alias sopir dadakan untuk misi ilegal tersebut.

Kasat Resnarkoba Polres Tapanuli Selatan, AKP Philip Antonio Purba, menjelaskan bahwa kedua pelaku memiliki peran berbeda dalam rencana distribusi ganja itu.

"Perempuan ini mengendalikan barang, sedangkan laki-laki membantu pengantaran. Kami masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan di atasnya," jelasnya.

Diketahui, ganja tersebut diperoleh dari pemasok di wilayah Panyabungan dengan harga Rp900 ribu per kilogram dan rencananya akan dijual kembali seharga Rp1,3 juta per kilogram. Niat cari untung, malah buntung.

Menurut AKP Philip, penggunaan becak motor diduga sebagai trik untuk menghindari kecurigaan petugas. Namun strategi itu justru menjadi bumerang.

"Pelaku mencoba memanfaatkan transportasi lokal agar terlihat biasa saja. Tapi tetap berhasil kami ungkap," pungkasnya.

Kini, alih-alih melanjutkan perjalanan, keduanya harus "parkir lama" untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. (JN-Irul)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru