Anggota DPRD P.Sidimpuan Angkat Bicara Soal Dugaan Pungutan “Kelas Tambahan” di SMPN 1
Polemik dugaan pungutan dalam program &ldquokelas tambahan&rdquo di SMP Negeri 1 Padangsidimpuan terus menjadi perhatian publik.
Daerah
P.SIDIMPUAN | Jelajahnews.id - Polemik dugaan pungutan dalam program "kelas tambahan" di SMP Negeri 1 Padangsidimpuan terus menjadi perhatian publik.
Isu ini mencuat setelah adanya informasi dari siswa dan orang tua terkait adanya biaya yang dinilai memberatkan.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPRD Kota Padangsidimpuan, Rusydi Nasution, STP., MM angkat bicara dan menegaskan bahwa persoalan ini perlu disikapi secara serius.
Baca Juga:
"Kami di Komisi III tentu sangat memperhatikan hal ini. Jika benar ada pungutan yang bersifat wajib di sekolah negeri, tentu itu tidak dibenarkan," ujar Wakil DPRD Kota Padangsidimpuan saat dimintai tanggapan, Kamis (09/04/26).
Namun demikian, ia menegaskan pihaknya belum menerima laporan resmi terkait persoalan tersebut.
"Kami mau cek dulu kebenaran informasi adinda, kami belum dapat informasi baik dari ortu dan pihak sekolah," tambahnya.
Menurutnya, keberadaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sejatinya sudah diperuntukkan untuk mendukung kebutuhan operasional pendidikan di sekolah negeri, sehingga tidak seharusnya membebani siswa dengan biaya tambahan yang tidak jelas dasar hukumnya.
"Kalau memang disebut sumbangan, harus benar-benar sukarela, tidak boleh ada penentuan nominal apalagi tekanan. Namun jika di lapangan dirasakan wajib, ini yang perlu kita telusuri bersama," tegasnya.
Rusydi yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Kota Padangsidimpuan ini turut menyoroti adanya dugaan perbedaan perlakuan terhadap siswa dalam program "kelas tambahan", mulai dari fasilitas, atribut, hingga biaya yang harus dibayarkan.
"Jangan sampai ada kesan pengelompokan atau diskriminasi di sekolah negeri. Pendidikan harus adil dan merata bagi seluruh siswa," tambahnya.
Ia pun memastikan Komisi III DPRD akan melakukan penelusuran lebih lanjut guna memastikan kebenaran informasi yang beredar, sekaligus meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak berspekulasi sebelum fakta di lapangan benar-benar terverifikasi. (JN-Irul)
Polemik dugaan pungutan dalam program &ldquokelas tambahan&rdquo di SMP Negeri 1 Padangsidimpuan terus menjadi perhatian publik.
Daerah
Pembelaan terhadap program &ldquokelas tambahan&rdquo di SMP Negeri 1 Padangsidimpuan yang disampaikan mantan pengurus komite sekolah, Mahyudin Sirega
Daerah
Suasana tenang di Desa Sialogo, Kecamatan Angkola Barat, mendadak berubah mencekam. Warga digegerkan oleh penemuan jasad seorang pria dewasa
Daerah
Kantor Pertanahan Kota Padangsidimpuan terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis digital.
Daerah
Upaya membangun Pemasyarakatan yang profesional dan berintegritas terus digencarkan sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publi
Daerah
P.SIDIMPUAN Jelajahnews.id Kalapas Kelas IIB Padangsidimpuan, Matherios Zulhidayat Hutasoit, turut hadir dalam kegiatan pemusnahan barang
Daerah
Komitmen memberantas &ldquopenyakit masyarakat&rdquo ditunjukkan secara nyata oleh jajaran Polres Padangsidimpuan bersama Forkopimda.
Daerah
Praktik penyelenggaraan pendidikan di SMP Negeri 1 Padangsidimpuan menjadi perhatian publik.
Daerah
Janji manis berujung pahit. Sebanyak 34 personel Polri di Polres Padangsidimpuan harus menanggung cicilan bank dari pinjaman yang tak pernah
Daerah
Kantor Pertanahan Kota Padangsidimpuan menggelar rapat evaluasi penting terkait penyelesaian KW 4, 5, dan 6. Selain itu, rapat juga membahas
Daerah