Terungkap! Remaja 13 Tahun di Badiri Diduga Dicabuli Kakek Tiri Sejak Kelas V SD
Seorang remaja berusia 13 tahun di Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, diduga menjadi korban pencabulan
Daerah
TAPTENG | Jelajahnews.id - Seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari berjualan sayur, Maya, kini harus menghadapi proses hukum setelah terjadi keributan di pasar yang melibatkan suaminya.
Baca Juga:
Kisah pilu itu datang dari Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah, yang kini menjadi perhatian warga setelah perkara tersebut bergulir hingga ke persidangan.
Maya dikenal sebagai pedagang sayur keliling yang setiap hari berjuang menghidupi keluarganya. Dari hasil berjualan itulah ia membesarkan anak-anaknya.
Namun kehidupannya berubah setelah insiden yang terjadi di Pasar Onan, Dusun II Desa Aek Gambir, Kecamatan Lumut.
Awal Mula Keributan di Pasar
Berdasarkan keterangan kuasa hukum keluarga, Salman Alfarisi Simanjuntak, SH, MH, C.MED, CTA kepada awak media, Selasa (10/03/26), peristiwa tersebut bermula pada Minggu, 18 Mei 2025 sekitar pukul 14.30 WIB.
Saat itu, seorang pria bernama Isgi Naldy Simatupang memarkirkan mobil barang jenis Mitsubishi T120 di area pasar. Mobil tersebut melindas genangan air bercampur lumpur yang kemudian memercik hingga mengenai dagangan sayur milik Jonni Erdinal, suami Maya.
Merasa dagangannya kotor, Jonni menegur Isgi. Isgi kemudian turun dari mobil dan sempat meminta maaf serta berjanji akan membersihkan sayur tersebut setelah selesai bongkar muatan.
Namun situasi kemudian memanas. Saat Isgi hendak kembali ke mobil, Jonni menarik kerah bajunya dari belakang hingga keduanya terjatuh dan terlibat perkelahian.
Seorang perempuan bernama D. Lindawati yang berada di lokasi mencoba melerai. Namun dalam proses tersebut, ketiganya terjatuh hingga masuk ke dalam parit.
Tak lama kemudian, Maya, bersama Sariful Harahap dan seorang anak berinisial AKL, datang ke lokasi. Dalam situasi yang sudah memanas, terjadi aksi saling pukul antara beberapa pihak sebelum akhirnya warga sekitar datang memisahkan mereka.
Akibat peristiwa tersebut, Isgi Naldy Simatupang mengalami luka-luka, sebagaimana tercantum dalam Visum Et Repertum dari Puskesmas Lumut.
Berujung Proses Hukum
Peristiwa itu kemudian berlanjut ke proses hukum. Dalam perkara ini, Maya, Jonni Erdinal, dan Sariful Harahap ditetapkan sebagai terdakwa.
Baca Juga:
Saat ini Jonni dan Sariful ditahan di Rutan Sibolga, sementara Maya menjalani tahanan kota. Dalam persidangan yang sedang berlangsung, ketiganya disebut dituntut 1 tahun 6 bulan penjara.
Pihak keluarga mengaku telah beberapa kali mengajukan permohonan Restorative Justice, namun permohonan tersebut tidak dikabulkan oleh majelis hakim.
Harapan Keluarga dan Tanggapan Pihak Terkait
Di rumah sederhana mereka, anak-anak Maya kini hidup dalam kecemasan. Setiap malam mereka bertanya kepada ibunya dengan penuh ketakutan.
"Ibu… nanti ibu juga dipenjara seperti ayah?"
"Kalau ibu dipenjara, siapa yang menjaga kami?"
Pertanyaan polos itu menjadi beban berat bagi seorang ibu yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga.
Kuasa hukum keluarga Salman Alfarisi Simanjuntak menyampaikan harapannya agar proses hukum dapat berjalan secara objektif dan mempertimbangkan seluruh fakta yang terungkap di persidangan.
"Kami berharap majelis hakim dapat melihat perkara ini secara utuh dan mempertimbangkan kondisi para pihak serta fakta yang terjadi di lapangan," ujarnya ke awak media, Selasa (10/03/26).
Sementara itu, pihak Kejaksaan Negeri Sibolga melalui Staf Intelijen, Indra Gunawan Dongoran, saat dikonfirmasi hari ini menyebutkan pihaknya belum dapat memberikan tanggapan terkait perkara tersebut.
"Untuk saat ini kami belum dapat memberikan tanggapan, karena Kasi Intel sedang berada di luar, sedangkan Kasi Pidum sedang cuti," ujarnya singkat.
Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat sekitar. Bagi sebagian warga, kisah Maya bukan hanya tentang proses hukum, tetapi juga potret kehidupan masyarakat kecil yang berharap keadilan dapat berjalan secara seimbang. (JN-Irul)
Seorang remaja berusia 13 tahun di Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, diduga menjadi korban pencabulan
Daerah
Penanganan sampah di Kota Medan dinilai masih belum maksimal. Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos., mengaku masih men
Politik
Advokat Benri Pakpahan, SH, MH, selaku penasihat hukum Kornauli Sinaga alias Nai Polman, mengapresiasi majelis hakim Pengadilan Negeri (PN)
Hukrim
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat pasokan listrik di wilayah Sumatera Bagian
Daerah
Berbagai cara dilakukan untuk menciptakan suasana pembinaan yang humanis di balik jeruji besi.
Daerah
Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) Wilayah Sumatera Utara menggelar kegiatan sosial bertajuk Jumat Berkah dengan mengundang ustaz
Ragam
Operasi Gerebek Sarang Narkoba (GSN) di Lingkungan Layanglayang, Kelurahan Wek II, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, S
Daerah
Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Padangsidimpuan memperkuat koordinasi lintas instansi untuk mendukung implementasi Layanan Perintis 10 Hari.
Daerah
Setelah hampir dua pekan tidak diketahui keberadaannya, AJN (27), warga Desa Wek IV, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Suma
Daerah
Seorang Bayi perempuan berusia sekitar tiga bulan ditemukan warga di pinggir jalan Kelurahan Sipange, Tapteng, Jumat (9/10/2026) pagi.
Daerah