Cegah Sengketa Aset Umat, Kantah P.Sidimpuan Percepat Legalitas Tanah Wakaf
P.SIDIMPUAN Jelajahnews.id Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Padangsidimpuan memperkuat sinergi lintas lembaga untuk mempercepat pendaftar
Daerah
P.SIDIMPUAN | Jelajahnews.id - Setelah harga BBM eceran melonjak liar pasca-banjir, Sat Reskrim Polres Padangsidimpuan bergerak cepat menggeruduk sejumlah titik penjualan BBM eceran, Senin (08/12/2025).
Operasi gabungan yang melibatkan Disperindag, Dinas Perizinan, dan Satpol PP ini dilakukan sebagai bentuk tindakan keras terhadap pengecer yang membandel dan sengaja memainkan harga di atas ketentuan, memanfaatkan situasi bencana.
Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan, AKP H Naibaho, SH, MH, memimpin langsung tim di lapangan. Dari hasil pemeriksaan, sejumlah pedagang masih kedapatan menjual BBM jauh di atas harga wajar.
Baca Juga:
Peringatan Tak Lagi Sekadar Imbauan: "Kami Catat, Kami Awasi, Kami Tindak!"
"Masih ada yang menjual di atas ketentuan. Semua sudah kami data, kami beri peringatan keras, dan sekarang tidak ada alasan lagi untuk menaikkan harga seenaknya," tegas Kasat.
Ia menekankan bahwa setiap pengecer yang kembali melanggar setelah peringatan ini akan langsung diproses tanpa kompromi.
Tidak peduli apa alasannya disuplai pihak lain, harga naik sendiri, hingga dalih klasik 'modal mahal' semua tidak dapat dijadikan pembenaran.
Kasat: Tidak Mau Turunkan Harga? Bersiap Ditertibkan!
"Mulai hari ini, jika masih ada yang berani menimbun, menolak menurunkan harga, atau menjual di luar ketentuan, kami langsung tertibkan. Bila perlu, kami tarik barang bukti dan proses hukum saat itu juga," tegas Kasat dengan nada keras.
Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa penjual BBM eceran nakal akan langsung berhadapan dengan proses pidana, bukan sekadar imbauan atau teguran seperti sebelumnya.
Operasi tidak berhenti pada hari itu saja. Polres memastikan patroli rutin dilakukan setiap hari hingga harga benar-benar stabil. Dengan demikian, pengecer yang mencoba bermain kucing-kucingan tidak lagi memiliki ruang gerak.
Dengan suplai BBM yang mulai pulih, aparat menegaskan bahwa harga eceran yang sempat gila-gilaan, mencapai Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per liter, tidak boleh terjadi lagi.
Pemerintah: Jangan Coba-Coba Lagi
Langkah tegas ini diambil untuk mencegah praktik permainan harga yang merugikan masyarakat, terutama di tengah masa pemulihan pasca-banjir.
"Kalau masih ada pengecer yang nekat menaikkan harga setelah peringatan ini, siap-siap berhadapan dengan penegakan hukum. Kami tidak akan segan-segan."
Dengan operasi geruduk ini, pemerintah berharap para pengecer segera menurunkan harga, kembali mengikuti aturan, dan tidak memanfaatkan kondisi bencana untuk keuntungan pribadi. (JN-Irul)
P.SIDIMPUAN Jelajahnews.id Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Padangsidimpuan memperkuat sinergi lintas lembaga untuk mempercepat pendaftar
Daerah
Kehadiran Bajaj Maxride sebagai alat transportasi berbasis aplikasi sudah terlihat beroperasi di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara.
Daerah
Pemerintah Kota Medan mempercepat pembenahan sistem drainase di sejumlah titik rawan genangan. Pemasangan saluran UDitch di Jalan Abdul Hak
Daerah
Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sumatera Utara menggelar Sidang Panitia B dalam rangka permohonan pembaruan Hak Guna
Daerah
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Padangsidimpuan, Herizal Yusuf, A.Md.P., S.H., M.H., mulai memperkuat komunikasi lintas le
Daerah
P.SIDIMPUAN Jelajahnews.id Kebakaran melanda sebuah rumah permanen bertingkat di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Rabu (26/8/2026) s
Daerah
Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sumatera Utara melaksanakan Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Penata Pertanahan Tahu
Daerah
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Padangsidimpuan, Herizal Yusuf, melakukan kunjungan perdana ke Kantor Wali Kota Padangsidi
Daerah
Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA dan PPO) Polda Sumut menetapkan seorang akadem
Hukrim
Suasana Lapangan Taman Cadika, Kecamatan Medan Johor, mendadak riuh pada Minggu (23/8/2026). Aroma bumbu masakan memenuhi area kegiatan keti
Daerah