Rabu, 14 Oktober 2026 WIB

Bobby Nasution Ajukan Lima Prioritas Pembangunan Sumut ke Bappenas, dari RSU Haji hingga Pemulihan Bencana

editor - Kamis, 08 Oktober 2026 15:11 WIB
Bobby Nasution Ajukan Lima Prioritas Pembangunan Sumut ke Bappenas, dari RSU Haji hingga Pemulihan Bencana
Bobby saat melakukan audiensi dan koordinasi dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Prioritas pertama adalah pembangunan RSU Haji Medan menjadi rumah sakit rujukan berstandar internasional. Proyek ini direncanakan mendapat dukungan pembiayaan melalui Economic Development Cooperation Fund (EDCF), yakni skema pembiayaan pembangunan pemerintah Republik Korea yang dikelola Export-Import Bank of Korea atau Korea Eximbank.

Bobby menjelaskan, pada Februari 2024 proyek tersebut telah mencapai tahap permintaan resmi dan komitmen pembiayaan. Skema yang disampaikan mencakup bunga 0,05 persen, jangka waktu 40 tahun, dan masa tenggang 10 tahun. Namun, setelah penyesuaian RPJMN 2025–2029, proyek tersebut belum tercantum dalam Daftar Rencana Pinjaman Luar Negeri Jangka Menengah (DRPLN-JM) 2025–2029.

"Mengingat perjanjian kerja Indonesia-Korea akan berakhir pada 31 Desember 2026, percepatan proses menjadi sangat penting agar peluang pembiayaan ini tetap dapat dimanfaatkan. Dan usulan Re-Entry telah kami sampaikan kepada Bappenas pada 22 September 2026. Karenanya kami memohon dukungan terhadap upaya ini, hingga masuk dalam DRPLN-JM 2025-2029," urai Bobby Nasution.

Prioritas kedua berkaitan dengan keterpaduan pembangunan dan keberlanjutan proyek strategis yang telah tercantum dalam RPJMN. Bobby berharap Bappenas memberikan arahan mengenai perkembangan proyek prioritas, termasuk program strategis nasional (PSN), agar pelaksanaannya berjalan terkoordinasi.

Prioritas ketiga adalah percepatan pembangunan Kepulauan Nias pada 2027–2029. Bobby menyebut kawasan tersebut memiliki potensi di sektor pariwisata dan budaya, kelautan dan perikanan, perkebunan, serta ekonomi berbasis sumber daya lokal. Namun, pengembangannya masih menghadapi kendala konektivitas, biaya logistik, akses pasar, dan kesenjangan infrastruktur.

Pemprov Sumut mengusulkan program afirmasi yang terintegrasi dan bersifat tahun jamak. Program tersebut diharapkan mencakup peningkatan konektivitas, layanan dasar, pengembangan sumber daya manusia (SDM), hilirisasi ekonomi lokal, pariwisata Nias Selatan, serta penguatan Gunungsitoli sebagai pusat ekonomi dan logistik.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru