Rabu, 14 Oktober 2026 WIB

Bobby Nasution Ajukan Lima Prioritas Pembangunan Sumut ke Bappenas, dari RSU Haji hingga Pemulihan Bencana

editor - Kamis, 08 Oktober 2026 15:11 WIB
Bobby Nasution Ajukan Lima Prioritas Pembangunan Sumut ke Bappenas, dari RSU Haji hingga Pemulihan Bencana
Bobby saat melakukan audiensi dan koordinasi dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

JAKARTA - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengajukan lima prioritas pembangunan daerah yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Agenda tersebut mencakup pembangunan RSU Haji Medan berstandar internasional, keterpaduan pembangunan wilayah, percepatan pembangunan Kepulauan Nias, pengembangan koridor industri dan logistik Belawan–Kuala Tanjung–Sei Mangkei, serta rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Usulan itu disampaikan Bobby saat melakukan audiensi dan koordinasi dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di Jakarta, Kamis (8/10/2026). Pertemuan tersebut membahas potensi ekonomi Sumut dan kebutuhan dukungan pemerintah pusat untuk memastikan pembangunan daerah selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Bobby menyebut Sumut memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Indonesia bagian barat menuju jalur internasional. Dengan jumlah penduduk sekitar 15,8 juta jiwa, provinsi ini dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi regional maupun nasional.

Baca Juga:
"Posisi strategis Sumatera Utara adalah sebagai pintu gerbang Indonesia bagian barat menuju jalur Internasional, dengan jumlah penduduk sekitar 15,8 Juta jiwa. Dan pada triwulan II 2026, PDRB kira mencapai Rp341,05 Triliun, tumbuh 5,06 persen dan berkontribusi sekitar 23 persen terhadap PDB Regional Sumatera, dan 5,21 persen terhadap PDB Nasional," ungkap Gubernur.

Menurut Bobby, arah pembangunan Sumut telah diselaraskan dengan RPJMN 2025–2029 yang menetapkan provinsi tersebut sebagai wilayah strategis bioindustri dan pariwisata global. Kawasan yang menjadi perhatian meliputi Metropolitan Medan, Kawasan Industri Medan–Binjai–Deli Serdang, Kuala Tanjung–Sei Mangkei, Danau Toba, serta pusat pertumbuhan Sibolga–Pandan–Padangsidimpuan, Rantauprapat, Kabanjahe, dan Gunungsitoli.

"Namun tantangannya adalah menghubungkan pusat pertumbuhan ini dengan potensi seperti sawit, karet, kelapa, produksi pangan dan energi ke dalam satu ekosistem ekonomi yang terintegrasi. Sebagaimana upaya kami dapat diperkuat sebagai pusat pertumbuhan Indonesia bagian barat," jelas Bobby Nasution didampingi sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Bobby mengatakan Pemerintah Provinsi Sumut berfokus pada peningkatan konektivitas, hilirisasi, dan integrasi kawasan ekonomi. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan investasi, produktivitas, dan penciptaan lapangan kerja sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

Halaman:
Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru