Rabu, 14 Oktober 2026 WIB

Bobby Nasution Soroti Ketimpangan Ekonomi Sumut, Kepulauan Nias Jadi Perhatian

editor - Jumat, 09 Oktober 2026 19:01 WIB
Bobby Nasution Soroti Ketimpangan Ekonomi Sumut, Kepulauan Nias Jadi Perhatian
Bobby saat menghadiri pengukuhan Kepala Perwakilan BI Sumut Ameriza Ma’aruf Moesa di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (9/10/2026).

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyoroti ketimpangan pertumbuhan ekonomi antarwilayah yang masih menjadi tantangan pembangunan di Sumut. Ia mendorong penguatan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut), Bank Indonesia (BI), dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkecil kesenjangan, terutama di empat kabupaten di Kepulauan Nias yang masih tergolong tertinggal.

Bobby menyampaikan hal tersebut saat menghadiri pengukuhan Kepala Perwakilan BI Sumut Ameriza Ma'aruf Moesa di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (9/10/2026).

Menurut Bobby, pertumbuhan ekonomi di Sumut belum merata. Ia menyebut sekitar 10 kabupaten/kota mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif pada 2026, sedangkan sejumlah daerah lainnya masih menghadapi tantangan untuk meningkatkan kinerja perekonomian.

Baca Juga:
"Pertumbuhan tidak begitu merata, mungkin sekitar 10 kabupaten/kota, tantangannya di Sumut ada yang sangat baik sekali dan buruk sekali (pertumbuhan ekonomi), kita masih punya daerah tertinggal di Kepulauan Nias, mudah-mudahan kita bisa mengurangi ketimpangan itu," kata Bobby.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, BI, dan berbagai pihak terkait dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Menurutnya, pembangunan perlu memberikan manfaat bagi seluruh wilayah, termasuk daerah yang masih menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan potensi ekonominya.

Selain menyoroti kesenjangan antarwilayah, Bobby mengapresiasi kontribusi BI dan para pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi Sumut. Kolaborasi tersebut dinilai turut mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus pengendalian inflasi di tengah tantangan pembangunan daerah.

Bobby menyebutkan, perekonomian Sumut tumbuh sebesar 5,06% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan II 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 4,98%.

"Kolaborasi Sumut, BI dan stakeholder lainnya sangat luar biasa, kami bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang baik, inflasi terjaga berkat BI dan stakeholder terkait lainnya, padahal tahun lalu ada 18 kabupaten/kota kami yang terkena bencana, kami sangat berterima kasih," ujar Bobby.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sumut sebelumnya, Rudy Brando Hutabarat, menyampaikan tiga prinsip yang menjadi perhatian selama masa jabatannya, yakni kolaborasi, inovasi, dan sinergi. Menurutnya, ketiga aspek tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung stabilitas perekonomian daerah sepanjang 2026.

"Kami menyebutnya KIS (Kolabirasi, Inovasi dan Sinergi), kolaborasi kita sangat kuat sehingga kita bisa membuat kebijakan seperti menjaga inflasi, menstabilkan harga daging saat hari besar dan lainnya, inovasi yang kita lakukan membuat Sumut jadi terbaik ketiga dalam pengendalian inflasi dan sinergi," kata Brando.

Kepala Perwakilan BI Sumut yang baru, Ameriza Ma'aruf Moesa, menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Sumut sebesar 5,11% pada 2026. Untuk mendukung pencapaian tersebut, BI akan mengoptimalkan potensi sektor ketenagakerjaan dan pariwisata.

"Tahun ini kami prediksikan ekonomi tumbuh 5,11%, dan inflasi sekitar 3,1%, ini bisa kita capai dengan kolaborasi dan sinergi yang sudah kita miliki selama ini," ujar Ameriza.

Gubernur BI Destry Damayanti juga menilai Sumut memiliki potensi besar dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, BI berupaya menempatkan sumber daya manusia yang kompeten untuk mendukung penerapan kebijakan ekonomi nasional di daerah.

"Kami selalu berupaya menempatkan orang-orang kami yang luar biasa di Sumut, orang yang mampu mengimplementasikan kebijakan dari pusat ke daerah, sehingga kebijakan tersebut berjalan baik," kata Destry.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru