Rabu, 26 Agustus 2026 WIB

Kebakaran di P.Sidimpuan Renggut Nyawa Balita 3 Tahun, 3 Damkar Terluka

Irul Daulay - Rabu, 26 Agustus 2026 18:02 WIB
Kebakaran di P.Sidimpuan Renggut Nyawa Balita 3 Tahun, 3 Damkar Terluka
Kobaran api melahap sebuah rumah di Gang Melati, Kelurahan Sadabuan, Kota Padangsidimpuan, Rabu (26/8/2026).

P.SIDIMPUAN| Jelajahnews.id - Kebakaran melanda sebuah rumah permanen bertingkat di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Rabu (26/8/2026) siang.

Peristiwa tersebut berujung tragis setelah seorang balita berusia tiga tahun bernama Naura meninggal dunia.

Selain korban jiwa, tiga petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Padangsidimpuan juga mengalami luka saat berjibaku memadamkan api.

Informasi mengenai kebakaran diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Padangsidimpuan sekitar pukul 12.41 WIB.

Mendapat laporan tersebut, petugas langsung mengerahkan sejumlah armada, di antaranya Tanker 02 hingga Tanker 08, menuju lokasi

Jarak lokasi kebakaran dari pos pemadam sekitar dua kilometer. Petugas disebut tiba dalam waktu kurang lebih dua menit setelah menerima laporan.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penetrasi ke titik kebakaran untuk mengisolasi dan memadamkan api.

Berdasarkan informasi awal dari petugas, api diduga berasal dari korsleting listrik sebelum kemudian merambat ke bagian tabung gas.

Proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 13.20 WIB.

Di tengah upaya petugas menjinakkan kobaran api, kabar duka muncul. Seorang balita berusia tiga tahun, Naura, ditemukan menjadi korban dalam kebakaran tersebut.

Nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Kebakaran terjadi di kawasan permukiman yang cukup padat. Sekitar 20 warga disebut turut terdampak akibat kejadian tersebut.

Kondisi itu membuat petugas harus bergerak cepat agar api tidak menjalar ke bangunan lain.

"Begitu laporan masuk, tim langsung meluncur dan melakukan penetrasi cepat untuk memutus jalur titik api. Prioritas utama kami adalah mengisolasi area agar api tidak menyebar ke rumah-rumah tetangga di sekitarnya," kata seorang petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Padangsidimpuan.

Proses pemadaman berlangsung dalam kondisi berisiko.

Dua personel pemadam kebakaran mengalami luka ringan setelah terkena reruntuhan material bangunan ketika melakukan penetrasi ke area yang terbakar.

Sementara satu personel lainnya dilaporkan mengalami insiden tersengat arus listrik yang masih tersisa dari instalasi rumah.

Meski demikian, petugas tetap melanjutkan penanganan hingga kondisi di lokasi dinyatakan aman.

"Anggota kami tetap siaga di lapangan kendati ada yang mengalami luka ringan dan tersengat listrik saat proses pemadaman," ujar petugas tersebut.

Upaya petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api.

Api dapat diisolasi sehingga tidak merembet ke rumah-rumah warga di sekitar lokasi.

Penanganan cepat menjadi penting mengingat rumah berada di kawasan permukiman dan berdekatan dengan bangunan lainnya.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan penanganan dan memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Akibat kebakaran tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp 400 juta.

Penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun, dugaan awal menyebut api berasal dari korsleting listrik yang kemudian merambat ke bagian tabung gas.

Peristiwa yang menewaskan Naura ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak mengabaikan kondisi instalasi listrik di rumah.

Petugas mengimbau warga melakukan pemeriksaan instalasi listrik secara berkala serta segera melaporkan apabila menemukan kabel rusak, percikan listrik, atau tanda-tanda lain yang berpotensi memicu kebakaran.

Di tengah keberhasilan petugas mencegah api meluas, kebakaran di Gang Melati itu tetap menyisakan duka mendalam setelah seorang balita berusia tiga tahun kehilangan nyawanya.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru