Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Kalapas P.Sidimpuan Sambangi PN dan Kejari
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Padangsidimpuan, Herizal Yusuf, A.Md.P., S.H., M.H., mulai memperkuat komunikasi lintas le
Daerah
TAPSEL| Jelajahnews.id - PT Agincourt Resources (PTAR) mengembangkan program pemberdayaan masyarakat melalui Martabe Cocoa Park di Desa Napa, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Program ini tidak hanya mendampingi petani menghasilkan biji kakao berkualitas, tetapi juga mengolahnya menjadi produk cokelat premium yang telah dipasarkan hingga berbagai daerah di Sumatera Utara.
Supervisor Business Development & Analyst PT Agincourt Resources, Selvy Wista, mengatakan, proses pengolahan cokelat dimulai dari biji kakao yang telah melalui tahap fermentasi dan pengeringan.
"Biji kakao terlebih dahulu disangrai selama sekitar 20 hingga 25 menit pada suhu 100 sampai 120 derajat Celsius untuk mengurangi kadar air sekaligus mengeluarkan cita rasa dan aroma khasnya," ujar Selvy saat memandu kunjungan media, Sabtu (11/07/26)

Setelah proses penyangraian, biji kakao diolah menggunakan mesin de-sheller untuk memisahkan kulit dan bijinya.
Biji kakao yang telah terpisah atau cocoa nibs kemudian diproses menggunakan mesin pemasta hingga berubah menjadi pasta kakao.
Menurut Selvy, berbeda dengan kopi yang menghasilkan bubuk setelah digiling, kakao justru berubah menjadi pasta karena memiliki kandungan lemak alami.
"Pasta ini menjadi bahan utama dalam pembuatan cokelat sebelum dicampur dengan gula, susu, dan bahan lainnya menggunakan mesin ball mill hingga menghasilkan tekstur cokelat yang halus," katanya.
Selvy menjelaskan, produk Martabe Cokelat saat ini telah dipasarkan di sejumlah outlet di wilayah Tapanuli Bagian Selatan, Medan, hingga Bandara Internasional Kualanamu.

Produk tersebut dapat ditemukan di Bolu Kenanga, Cap Gulang, Café View Point Padangsidimpuan, beberapa toko di Sipirok, Bolu Napoleon Medan, serta enam gerai oleh-oleh di Bandara Kualanamu.
Satu batang Martabe Cokelat seberat 70 gram dipasarkan dengan harga Rp25.000.
Lebih dari sekadar menghasilkan produk, PTAR menilai program tersebut merupakan upaya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan secara menyeluruh, mulai dari budidaya kakao hingga proses produksi dan pemasaran.
"Program ini merupakan pemberdayaan dari hulu hingga hilir. Kami mendampingi petani kakao sekaligus memberdayakan masyarakat lokal dalam proses produksi dan pemasaran. Sebagian besar karyawan yang bekerja di Martabe Cocoa Park berasal dari Desa Napa dan wilayah sekitarnya," ujar Selvy.
Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Puspa Nurjannah, Koordinator Martabe Cokelat. Lulusan Diploma III Teknik Mesin itu bergabung sebagai fresh graduate pada 2024 setelah mengikuti proses rekrutmen yang meliputi pengiriman surat lamaran, curriculum vitae (CV), dan wawancara.
Awalnya, Puspa ditempatkan di Bagas Silua, galeri UMKM binaan PTAR. Selanjutnya ia dipercaya bergabung di Rumah Cokelat dan mendapatkan pelatihan mengenai pengolahan kakao hingga proses produksi cokelat.
"Di sini saya mendapatkan banyak pelatihan, mulai dari pengolahan kakao hingga membuat cokelat yang baik. Akhirnya kami mampu memproduksi sendiri berbagai produk cokelat," kata Puspa.
Ia mengaku pengalaman bekerja di Martabe Cocoa Park turut membentuk kepercayaan dirinya.
"Sebelumnya saya termasuk orang yang tidak terlalu suka bertemu banyak orang. Setelah bekerja di sini saya menjadi lebih percaya diri, lebih senang berinteraksi dengan orang baru, dan mendapatkan banyak ilmu, termasuk di bidang pemasaran," ujarnya.
Melihat latar belakang Puspa di bidang Teknik Mesin, PTAR kemudian menugaskannya sebagai koordinator di Rumah Cokelat. Ia kini bertanggung jawab dalam pengoperasian dan perawatan mesin produksi, serta berkolaborasi dengan tim yang memiliki keahlian di bidang teknologi pangan.
Kisah Puspa menjadi salah satu gambaran bagaimana program Martabe Cocoa Park tidak hanya menghasilkan produk cokelat bernilai tambah, tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan keterampilan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sekitar wilayah operasional perusahaan. (JN-Irul)
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Padangsidimpuan, Herizal Yusuf, A.Md.P., S.H., M.H., mulai memperkuat komunikasi lintas le
Daerah
P.SIDIMPUAN Jelajahnews.id Kebakaran melanda sebuah rumah permanen bertingkat di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Rabu (26/8/2026) s
Daerah
Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sumatera Utara melaksanakan Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Penata Pertanahan Tahu
Daerah
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Padangsidimpuan, Herizal Yusuf, melakukan kunjungan perdana ke Kantor Wali Kota Padangsidi
Daerah
Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA dan PPO) Polda Sumut menetapkan seorang akadem
Hukrim
Suasana Lapangan Taman Cadika, Kecamatan Medan Johor, mendadak riuh pada Minggu (23/8/2026). Aroma bumbu masakan memenuhi area kegiatan keti
Daerah
P.SIDIMPUAN Jelajahnews.id Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Padangsidimpuan Herizal Yusuf menggelar pertemuan perdana
Daerah
TAPSEL Jelajahnews.id Seorang petani berinisial IEH (48) ditemukan tak bernyawa di saluran pengairan sawah di Desa Pangaribuan, Kecamata
Daerah
sengketa tanah di Kelurahan Wek III, Kota Padangsidimpuan, mulai dibawa ke meja mediasi. Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Padangsidimpuan me
Daerah
Keberadaan tiga kendaraan saat insiden pohon tumbang di kediaman Ketua DPRD Kota Medan sempat menjadi perhatian masyarakat
Politik