Sabtu, 27 Juni 2026 WIB

Bobby Nasution: Status Green Card UNESCO Harus Berdampak Nyata bagi Ekonomi Masyarakat Danau Toba

admin - Selasa, 23 Juni 2026 00:59 WIB
Bobby Nasution: Status Green Card UNESCO Harus Berdampak Nyata bagi Ekonomi Masyarakat Danau Toba
Bobby Nasution saat menerima audiensi jajaran pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Selasa (23/6/2026).

MEDAN -Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa keberhasilan Toba Caldera UNESCO Global Geopark (TCUGG) mempertahankan status Green Card UNESCO harus diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pengakuan internasional tersebut tidak boleh hanya menjadi prestasi administratif, tetapi juga harus mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan menciptakan manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh warga di kawasan Danau Toba.

Pernyataan tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menerima audiensi jajaran pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Selasa (23/6/2026).

Dalam pertemuan itu, Gubernur mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam proses revalidasi UNESCO hingga Kaldera Toba kembali mempertahankan status Green Card. Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pemangku kepentingan yang memiliki komitmen menjaga kualitas pengelolaan geopark sekaligus melestarikan kawasan Danau Toba.

Baca Juga:
"Kunci utamanya adalah bagaimana menjadikan label Green Card yang hari ini sudah kita capai dengan kerja keras bersama ini benar-benar bisa menghasilkan satu nilai tambah yang baik. Pertama, untuk pariwisata kita tentunya di mana kunjungan meningkat. Kedua, masyarakat harus merasakan manfaat ekonominya secara langsung," ujar Bobby Nasution.

Bobby menegaskan, pengelolaan kawasan Danau Toba harus tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan pelestarian lingkungan. Menurutnya, kekayaan alam Danau Toba merupakan aset penting yang harus dijaga agar tetap menjadi daya tarik wisata berkelas dunia.

"Rumah kita ini menjadi salah satu jawaban masa depan pariwisata yang menjaga keseimbangan alam," katanya.

Sementara itu, General Manager Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Azizul Kholis, melaporkan bahwa hasil revalidasi telah resmi diakui UNESCO. Sertifikat kelulusan juga telah diterbitkan dan kini telah diterima secara sah, meskipun sebelumnya sempat mengalami kendala distribusi akibat situasi geopolitik global yang berdampak pada pembatasan penerbangan menuju Prancis.

Dalam kesempatan tersebut, Azizul juga memaparkan sejumlah program strategis yang akan dijalankan TCUGG untuk memperkuat daya saing kawasan. Salah satunya adalah penyelenggaraan Geopark Festival serta penerapan rute perjalanan wisata berbasis geopark (Geo-Trail atau rute jelajah geopark) mulai 1 Juli 2026.

Berbeda dengan pola perjalanan sebelumnya yang lebih terpusat di kawasan Parapat, rute baru akan menghubungkan destinasi wisata di kawasan utara dan selatan Danau Toba melalui Haranggaol, Porsea, hingga Kabupaten Simalungun. Skema tersebut diharapkan mampu memperluas sebaran kunjungan wisatawan sehingga manfaat ekonomi tidak hanya terpusat di satu wilayah, tetapi juga dirasakan masyarakat di kawasan lain sekitar Danau Toba.

Selain pengembangan destinasi, TCUGG juga melaporkan berbagai capaian kerja sama internasional. Salah satunya adalah program pendanaan pemberdayaan masyarakat yang diwujudkan melalui aksi penanaman hampir 2.000 pohon di kawasan Kaldera Toba sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim.

Pengelola juga tengah merancang pengembangan pola perjalanan wisata internasional terpadu yang akan menghubungkan Danau Toba dengan Phuket, Thailand. Selain memperluas jaringan promosi pariwisata, TCUGG bersama para mitra juga menjajaki pembentukan pusat studi riset geopark pertama di Asia yang didukung jejaring pakar internasional serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Berbagai langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Toba Caldera UNESCO Global Geopark sebagai destinasi wisata berkelas dunia sekaligus pusat pengembangan ilmu pengetahuan, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat. Di sisi lain, Sumatera Utara juga menargetkan dapat menjadi tuan rumah forum geopark internasional pada 2029, sehingga pengakuan UNESCO tidak hanya menjadi simbol prestasi, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan daerah yang berkelanjutan.(jns)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru