Rabu, 13 Mei 2026 WIB

Rakerwil Apeksi 2026 Dibuka, Wali Kota Medan Tekankan Penguatan Fiskal dan Kolaborasi Antar Daerah

editor - Minggu, 19 April 2026 15:47 WIB
Rakerwil Apeksi 2026 Dibuka, Wali Kota Medan Tekankan Penguatan Fiskal dan Kolaborasi Antar Daerah
Rico Waas saat konferensi pers pembukaan Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Tahun 2026 di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Minggu (19/4/2026).

ACEH -Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menekankan pentingnya penguatan fiskal daerah dan kolaborasi antarkota dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan yang semakin kompleks. Hal tersebut disampaikannya saat konferensi pers pembukaan Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Tahun 2026 di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Minggu (19/4/2026).

Rico yang juga menjabat sebagai Ketua Komisariat Wilayah (Komwil) I Apeksi menyebut forum yang diikuti 24 pemerintah kota ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang strategis untuk berbagi pengalaman dan merumuskan solusi bersama.

"Kita harus menetapkan diri menjadi kota-kota yang tangguh untuk mendukung Indonesia yang kuat. Strategi fiskal yang tepat sangat krusial, karena dampaknya baru terasa dua hingga tiga tahun ke depan," ujar Rico.

Ia menyoroti pentingnya membangun konsep "kota tangguh", terutama setelah sejumlah daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dilanda bencana alam. Menurutnya, kesiapan fiskal dan tata kelola pemerintahan yang adaptif menjadi kunci agar pemerintah daerah mampu merespons krisis secara cepat dan efektif.

Dalam kesempatan tersebut, Rico menyampaikan pandangannya di hadapan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal, Direktur Eksekutif Apeksi Alwis Rustam, serta para kepala daerah lainnya. Ia menegaskan bahwa kekuatan fiskal harus dikelola secara kreatif dan berkelanjutan guna mendukung pembangunan jangka panjang sekaligus menghadapi kondisi darurat.

Selain itu, Rico mengajak seluruh wali kota untuk terbuka terhadap pembelajaran dari daerah lain. Ia mencontohkan Kota Medan yang mengadopsi berbagai praktik baik, seperti penataan trotoar dan pengelolaan ruang terbuka hijau.

"Kita tidak perlu malu bertanya. Justru dari situ kita bisa menemukan solusi yang mungkin belum ada di kota kita sendiri," katanya.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru