TAPSEL| Jelajahnews.id -Suasana tenang di Desa Sialogo, Kecamatan Angkola Barat, mendadak berubah mencekam.
Warga digegerkan oleh penemuan jasad seorang pria dewasa di area Tempat Pemakaman Umum (TPU), Senin pagi (6/4/2026).
Baca Juga:
Korban diketahui berinisial AMS (42), seorang pedagang, ditemukan dalam posisi telungkup di antara semak-semak.
Kondisi tubuhnya memicu tanda tanya besar terdapat luka pada wajah, leher, dan tangan, serta lebam di sejumlah bagian tubuh yang mengarah pada dugaan kematian tidak wajar.
Penemuan ini bermula saat seorang warga yang hendak mengambil buah kelapa di sekitar TPU mencium bau menyengat.
Rasa curiga membawanya pada sosok tubuh yang sudah mulai membusuk, lalu segera melaporkannya kepada kepala desa dan diteruskan ke pihak kepolisian.
Kapolsek Batangtoru, AKP P.M. Siboro, menjelaskan bahwa pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan.
"Saat tiba di TKP, korban sudah dalam kondisi mulai membusuk. Ditemukan beberapa luka di wajah, leher, dan tangan, serta tanda-tanda kekerasan fisik," ujarnya.
Polisi kemudian mengamankan lokasi kejadian dan mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk pakaian korban yang berlumuran darah dan sebuah tas berisi buah salak yang ditemukan tak jauh dari jasad.
Hasil pemeriksaan awal oleh tim Inafis mengungkap adanya cekungan di bagian kepala, pembengkakan pada kelopak mata kiri, serta luka lecet di tangan, kaki, dan paha.
Temuan ini semakin menguatkan dugaan bahwa korban menjadi korban kekerasan sebelum meninggal dunia.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Pihak keluarga korban telah memberikan persetujuan untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian.
"Kami berkomitmen mengungkap kasus ini secara tuntas. Setiap petunjuk akan kami dalami agar pelaku dapat diidentifikasi dan diproses sesuai hukum yang berlaku," tegas AKP Siboro.
Peristiwa ini menambah daftar perhatian serius aparat dalam menjaga keamanan wilayah, sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi tindak kejahatan di lingkungan sekitar. (JN-Irul)