"Saya tidak menyangka pesertanya mencapai 800 orang. Awalnya saya kira hanya sekitar 500. Ini membuktikan bahwa anak-anak Medan punya inovasi yang brilian dan semangat luar biasa. Kita harus mengapresiasi mereka," ungkapnya.
Usai membuka kegiatan, Rico bersama dewan juri mendengarkan langsung presentasi peserta dan memberikan beberapa pertanyaan. Ia berharap hasil penelitian dan ide peserta tidak berhenti di atas kertas, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam pelayanan publik.
Lomba ini dibuka untuk berbagai kategori, mulai dari tingkat SD, SLTP, SMA, mahasiswa, hingga umum. Setiap finalis diberi kesempatan untuk memaparkan karya tulisnya di hadapan dewan juri.
Menutup sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menjadikan Medan sebagai kota literasi dan ruang kreatif bagi anak muda.
"Karya ini harus disampaikan. Ini hasil karya anak Medan. Kita ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak kita untuk bersuara dan berinovasi. Tidak hanya aksi, tapi juga mampu memberi solusi," pungkasnya.