Tangis Maya di Ruang Sidang: Ibu Hamil Ini Mengaku Hanya Menyelamatkan Suaminya
Suasana haru menyelimuti ruang sidang di Pengadilan Negeri Sibolga, Kamis (12/03/2026), saat terdakwa Maya Sari Harahap membacakan pembelaan
Daerah
MEDAN -Rencana mengaktifkan kembali pos keamanan lingkungan (siskamling) di setiap lingkungan Kota Medan dinilai sulit terealisasi. Pasalnya, sejumlah kepala lingkungan (kepling) mengaku terbebani dengan ketiadaan anggaran untuk pembangunan pos dan pembayaran honor petugas jaga malam.
Sejumlah kepling yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan, Selasa (23/9/2025), menyampaikan bahwa kendala utama pengaktifan pos siskamling adalah masalah biaya. "Pendirian pos saja sudah berat, apalagi ditambah honor jaga malam dan biaya operasional. Memang ada lingkungan tertentu yang pos siskamlingnya berjalan baik, tapi kondisi tiap wilayah di Medan berbeda-beda," ujar salah seorang kepling.
Bahkan, sumber tersebut meragukan klaim bahwa 1.164 dari total 2.001 lingkungan di Kota Medan telah memiliki pos siskamling aktif. "Kami pesimis seluruh lingkungan bisa memiliki pos aktif tanpa dukungan anggaran. Data yang menyebut ribuan pos sudah ada patut dipertanyakan," ungkapnya.
Baca Juga:Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Medan, Wong Chun Sen, meminta kepling tidak menyerah meskipun tidak ada anggaran khusus dari Pemerintah Kota Medan. Ia menegaskan bahwa keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan.
"Kepling harus mampu berkoordinasi dan bermusyawarah dengan warganya, terutama tokoh masyarakat, untuk mencari sumber pendanaan. Mulai dari pembangunan pos hingga operasional jaga malam harus bisa disiasati dengan dukungan warga," ujar Wong, politisi PDI Perjuangan.
Ia menambahkan, masyarakat pasti mendukung upaya menjaga kenyamanan lingkungannya. "Keamanan adalah kebutuhan bersama. Gotong royong harus diciptakan sejak dini untuk mencegah gangguan keamanan," katanya.
Wong juga menekankan bahwa tugas utama kepling adalah menciptakan lingkungan yang aman. "Kalau kepling tidak bisa menjalankan fungsi itu, berarti gagal menjalankan peran utamanya. Maka libatkan masyarakat, bangun kerja sama, dan jangan jadikan alasan anggaran untuk menyerah," tegasnya.
Suasana haru menyelimuti ruang sidang di Pengadilan Negeri Sibolga, Kamis (12/03/2026), saat terdakwa Maya Sari Harahap membacakan pembelaan
Daerah
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kantor Pertanahan Kota Padangsidimpuan melaksanakan penandatanganan adendum
Daerah
Momen haru mewarnai rangkaian penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke127 Tahun Anggaran 2026 di Kecamatan Angkola Sangkunu
Ragam
Program TMMD ke127 Tahun Anggaran 2026 di Kodim 0212/Tapanuli Selatan resmi ditutup pada Rabu (11/3/2026).
Ragam
TAPTENG Jelajahnews.id Suasana haru menyelimuti ruang sidang di Pengadilan Negeri Sibolga, Kamis (12/03/2026), saat terdakwa Maya Sari H
Daerah
TAPTENG Jelajahnews.id Suasana haru menyelimuti ruang sidang di Pengadilan Negeri Sibolga, Kamis (12/03/2026), saat terdakwa Maya Sari H
Daerah
TAPTENG Jelajahnews.id Suasana haru menyelimuti ruang sidang di Pengadilan Negeri Sibolga, Kamis (12/03/2026), saat terdakwa Maya Sari H
Daerah
TAPTENG Jelajahnews.id Suasana haru menyelimuti ruang sidang di Pengadilan Negeri Sibolga, Kamis (12/03/2026), saat terdakwa Maya Sari H
Daerah
P.SIDIMPUAN Jelajahnews.id Dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan parkir di Kota Padangsidimpuan akhirnya berbuah penetapan ters
Daerah
Irdam I/Bukit Barisan Brigjen TNI Josafath M. Robert Duka menandatangani prasasti penutup TMMD ke127 di Angkola Sangkunur, Tapanuli Selatan
Ragam