Pertemuan Muslimat NU dan Wali Kota Bahas Perlindungan Pekerja RT
Semangat kebersamaan dan sinergi antara pemerintah daerah dengan organisasi kemasyarakatan kembali terlihat di Kota Padangsidimpuan.
Daerah
SAMOSIR – Kepadatan penghuni menjadi tantangan utama yang dihadapi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Pangururan. Fasilitas yang semula dirancang untuk menampung sekitar 50 warga binaan kini harus menampung 108 orang, atau lebih dari dua kali lipat kapasitas ideal.
Data tersebut disampaikan Kepala Lapas Kelas III Pangururan, Binur Sitanggang kepada wartawan, Jumat (5/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa seluruh penghuni terdiri atas 104 warga binaan pria dan empat warga binaan wanita.
Menurut Binur, kondisi kelebihan kapasitas ini tidak hanya berdampak pada ruang hunian, tetapi juga memengaruhi pelaksanaan tugas pemasyarakatan secara keseluruhan.
Dengan jumlah penghuni yang terus meningkat, kebutuhan pelayanan dan pengawasan menjadi semakin besar.
"Jumlah warga binaan saat ini mencapai 108 orang, sedangkan kapasitas lapas hanya sekitar 50 orang. Kondisi ini menjadi tantangan bagi kami dalam menjalankan pembinaan, pelayanan, serta menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas," ujarnya.
Kondisi hunian yang padat membuat ruang gerak warga binaan menjadi lebih terbatas.
Situasi tersebut juga berpotensi mengurangi efektivitas berbagai program pembinaan yang selama ini dijalankan oleh pihak lapas.
Padahal, program pembinaan memiliki peran penting dalam membekali warga binaan dengan keterampilan dan pembentukan karakter selama menjalani masa pidana.
Tidak hanya itu, tingkat kepadatan yang tinggi juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan keamanan. Oleh karena itu, pengawasan yang optimal menjadi kebutuhan utama untuk menjaga stabilitas dan ketertiban di lingkungan lapas.
Tantangan tersebut semakin terasa karena jumlah petugas yang tersedia masih terbatas. Saat ini, Lapas Kelas III Pangururan hanya memiliki 33 petugas yang harus menangani berbagai bidang pekerjaan secara bersamaan, mulai dari pengamanan, pembinaan, pelayanan, hingga administrasi.
Dengan jumlah personel yang ada, petugas dituntut bekerja secara maksimal untuk memastikan seluruh aktivitas di dalam lapas tetap berjalan sesuai ketentuan.
Namun, Binur mengakui bahwa peningkatan jumlah penghuni menyebabkan beban kerja petugas ikut bertambah.
Untuk itu, pihak lapas berharap adanya dukungan dari pemerintah dalam bentuk pengembangan fasilitas dan peningkatan kapasitas bangunan.
Menurut Binur, langkah tersebut diperlukan agar kondisi hunian menjadi lebih layak dan pelayanan terhadap warga binaan dapat berlangsung lebih optimal.
"Kami berharap ada dukungan dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk renovasi dan pengembangan bangunan lapas. Dengan fasilitas yang lebih memadai, pelayanan kepada warga binaan dan kinerja petugas juga dapat semakin baik," pungkasnya.
Pembenahan fasilitas Lapas Kelas III Pangururan dinilai menjadi salah satu kebutuhan mendesak guna menjawab persoalan kelebihan kapasitas yang terjadi saat ini.
Selain meningkatkan kualitas pembinaan, langkah tersebut juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih aman, tertib, dan manusiawi bagi seluruh penghuni maupun petugas.(**)
Semangat kebersamaan dan sinergi antara pemerintah daerah dengan organisasi kemasyarakatan kembali terlihat di Kota Padangsidimpuan.
Daerah
Keluarga besar Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan insan pertanahan di Sumatera Utara menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Sri Pran
Daerah
Kepadatan penghuni menjadi tantangan utama yang dihadapi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Pangururan.
Hukrim
Komitmen dalam memberikan pelayanan pertanahan yang profesional dan akuntabel terus ditunjukkan Kantor Pertanahan Kota Padangsidimpuan
Daerah
Komitmen menjaga keselamatan pengguna jalan kembali ditunjukkan Satlantas Polres Padangsidimpuan.
Daerah
Gelombang kemarahan masyarakat terhadap maraknya peredaran narkoba di Kota Padangsidimpuan mencapai puncaknya.
Daerah
Komitmen membersihkan institusi kepolisian dari pengaruh narkoba ditegaskan Kasi Propam Polres Padangsidimpuan, AKP Bottor Lumbantobing.
Daerah
Niat mengantar paket untuk mendapatkan upah Rp30 ribu dan sedikit sabu sebagai &ldquobonus&rdquo, berujung petaka bagi IS (39).
Daerah
Di balik tugas kepolisian yang identik dengan penegakan hukum, terdapat sisi kemanusiaan yang tak kalah penting.
Daerah
P.SIDIMPUAN Jelajahnews.id Pengunjung yang datang ke tempat hiburan malam biasanya berharap pulang membawa kenangan lagu favorit.adsense
Daerah