Senin, 02 November 2026 WIB

Bobby Nasution Minta Proyek Turap di Nias Dipercepat, Target Rampung Sebelum Nataru

editor - Kamis, 29 Oktober 2026 17:04 WIB
Bobby Nasution Minta Proyek Turap di Nias Dipercepat, Target Rampung Sebelum Nataru
Bobby Nasution usai meninjau langsung proyek pembangunan turap di Jalan Gunungsitoli, Kecamatan Hili Serangkai, Kabupaten Nias, Kamis (29/10/2026).

NIAS - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meminta percepatan pembangunan dinding penahan tanah atau turap di perbatasan Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Barat. Proyek tersebut ditargetkan selesai sesuai jadwal untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), ketika mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat.

Permintaan tersebut disampaikan Bobby Nasution saat meninjau langsung proyek pembangunan turap di Jalan Gunungsitoli, Kecamatan Hili Serangkai, Kabupaten Nias, Kamis (29/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan optimal dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

"Pekerjaan ini harus dipastikan berjalan sebaik-baiknya dan selesai sesuai jadwal untuk mengantisipasi kelancaran arus kendaraan menjelang Nataru," ujar Bobby di sela-sela peninjauan.

Baca Juga:
Dalam kunjungan tersebut, Bobby didampingi Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Cipta Karya (BMBKCK) Provinsi Sumatera Utara Chandra Dalimunthe beserta tim teknis yang menangani pekerjaan di lapangan.

Berdasarkan penjelasan tim teknis, salah satu pekerjaan utama dalam proyek tersebut adalah pemasangan tiang bor atau bore pile sebanyak 24 titik. Setiap titik dirancang memiliki tinggi 6 meter dengan kedalaman mencapai 14 meter. Pemasangan struktur tersebut menjadi bagian dari pekerjaan konstruksi untuk mendukung pembangunan dinding penahan tanah.

Tim teknis juga melaporkan bahwa fabrikasi pembesian untuk tiang bor telah rampung 100 persen. Seluruh material yang diperlukan untuk pekerjaan tersebut juga telah tersedia di lokasi proyek.

Meski demikian, percepatan tetap diperlukan untuk mengejar target penyelesaian, terutama karena sebelumnya sempat terjadi keterlambatan pekerjaan. Pihak pelaksana mengambil sejumlah langkah untuk mempercepat proses konstruksi, antara lain menambah jumlah tenaga kerja dan mengerjakan beberapa bagian proyek secara bersamaan.

Perwakilan tim teknis menjelaskan bahwa jumlah pekerja yang sebelumnya rata-rata sekitar 15 orang per hari akan ditingkatkan menjadi lebih dari 20 orang. Penambahan tenaga kerja tersebut diharapkan dapat mempercepat penyelesaian tahapan konstruksi tanpa mengabaikan ketentuan teknis pekerjaan.

"Selama ini rata-rata tenaga kerja kami sekitar 15 orang per hari. Untuk mengejar target, kami mengupayakan penambahan tenaga kerja menjadi di atas 20 orang yang bersiaga di lapangan," terang perwakilan tim teknis di lokasi.

Sementara itu, progres pembesian dinding penahan tanah telah mencapai 50 persen. Setelah pekerjaan pembesian selesai, tahap berikutnya adalah pengecoran dinding beton. Proses tersebut akan dilanjutkan dengan masa perawatan beton atau curing selama sekitar dua minggu untuk mendukung proses pengerasan beton.

Setelah tahapan konstruksi dinding selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan penimbunan dan pemadatan badan jalan sepanjang kurang lebih 100 meter. Seluruh tahapan tersebut perlu diselesaikan secara terkoordinasi agar infrastruktur dapat berfungsi sesuai perencanaan.

Pembangunan turap di kawasan perbatasan Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Barat menjadi bagian penting dari upaya menjaga kondisi infrastruktur jalan. Keberadaan dinding penahan tanah diharapkan dapat mendukung kestabilan badan jalan pada lokasi pekerjaan, meskipun efektivitasnya tetap bergantung pada kesesuaian konstruksi dengan kondisi lapangan dan spesifikasi teknis.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru