Senin, 02 November 2026 WIB

Wagub Sumut Ajak Kader GAMKI Jadi Pelopor Perubahan dan Mitra Pembangunan Daerah

editor - Sabtu, 31 Oktober 2026 16:25 WIB
Wagub Sumut Ajak Kader GAMKI Jadi Pelopor Perubahan dan Mitra Pembangunan Daerah
Surya saat menghadiri Apel Kebangsaan GAMKI Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 di Lapangan Adam Malik, Kota Pematangsiantar, Sabtu (31/10/2026).

SIANTAR - Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Surya mengajak kader Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menjadi pelopor perubahan dan berperan aktif dalam pembangunan daerah. Pemuda dinilai memiliki potensi besar melalui semangat, kreativitas, keberanian, serta kemampuan menghadirkan gagasan baru untuk mendorong kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara.

Ajakan tersebut disampaikan Surya saat menghadiri Apel Kebangsaan GAMKI Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 di Lapangan Adam Malik, Kota Pematangsiantar, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan yang mengusung tema "Pulihkanlah Bangsa Kami" itu diikuti kader GAMKI dari 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

Dalam sambutannya, Surya menekankan bahwa pemuda tidak cukup hanya memiliki kemampuan menyampaikan gagasan, tetapi juga harus mampu mewujudkannya melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga:
"Saya berharap kader GAMKI tidak hanya menjadi generasi yang pandai berbicara, tetapi juga generasi yang mampu bekerja dan memberikan solusi. Jadilah bagian dari perubahan," ucap Surya.

Ia berharap GAMKI terus berkembang menjadi organisasi kepemudaan yang memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, organisasi pemuda memiliki posisi strategis untuk mendorong partisipasi masyarakat sekaligus mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah.

Surya juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan organisasi kepemudaan. Melalui kerja sama tersebut, GAMKI diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah dalam menyampaikan aspirasi masyarakat secara konstruktif, mengembangkan gagasan yang membangun, serta terlibat dalam berbagai kegiatan yang mendukung kemajuan daerah.(**)

"Pemprov Sumut membuka ruang kolaborasi dengan seluruh organisasi kepemudaan, termasuk GAMKI," kata Surya.

Menurutnya, kontribusi pemuda terhadap pembangunan tidak harus selalu dimulai melalui kegiatan berskala besar. Kepedulian terhadap lingkungan sekitar, membantu sesama, memperhatikan persoalan sosial, mendukung pendidikan, serta berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan merupakan bentuk pengabdian yang dapat dilakukan sejak dini.

Sementara itu, Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menegaskan bahwa Apel Kebangsaan GAMKI bukan sekadar kegiatan seremonial. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan, memperkokoh nasionalisme, dan menumbuhkan semangat cinta tanah air.

"Kita menyadari bahwa pemuda memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan masa depan bangsa. Pemuda bukan hanya penerus pembangunan, tetapi juga harus menjadi pelaku perubahan yang mampu menghadirkan gagasan, kreativitas, inovasi, serta solusi bagi berbagai tantangan zaman," ujar Wesly.

Ia berharap kader GAMKI mampu menjadi generasi muda yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, menjaga toleransi, menghargai perbedaan, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan. Menurutnya, sikap tersebut penting untuk memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GAMKI Sahat Marthin Philip Sinurat dalam amanatnya menyampaikan bahwa apel kebangsaan tersebut merupakan wujud kesiapan GAMKI, khususnya di Sumatera Utara, untuk menjaga Indonesia, Provinsi Sumatera Utara, dan Kota Pematangsiantar.

Namun, ia menekankan bahwa komitmen kebangsaan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Semangat tersebut harus diwujudkan secara berkelanjutan melalui karya, tindakan, dan aksi nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Kesiapan ini, jangan hanya sekarang. Tapi bagaimana ke depan dapat ditunjukkan lewat karya, tindakan, aksi-aksi nyata yang kita lakukan di tengah-tengah masyarakat," sebut Sahat.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD GAMKI Provinsi Sumatera Utara Swangro Lumbanbatu menegaskan bahwa GAMKI merupakan organisasi milik bersama. Ia mengingatkan agar pemuda gereja tidak memandang organisasi sebagai milik kelompok tertentu, melainkan sebagai wadah untuk membangun kebersamaan dan memberikan kontribusi positif.

"Kepada seluruh rekan-rekan GAMKI, kita jangan jadi batu sandungan di tengah-tengah masyarakat," pesannya.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru