Sabtu, 12 September 2026 WIB

Car Free Night Kesawan Dongkrak Ekonomi UMKM, Pemko Medan Perkuat Kawasan Wisata

editor - Jumat, 21 Agustus 2026 19:41 WIB
Car Free Night Kesawan Dongkrak Ekonomi UMKM, Pemko Medan Perkuat Kawasan Wisata
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas

MEDAN -Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus mendorong pelaksanaan Car Free Night (CFN) di kawasan Kesawan sebagai ruang aktivasi wisata sekaligus penggerak ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan yang digelar rutin setiap dua minggu sekali ini terbukti meningkatkan transaksi dan memperluas jangkauan pasar bagi pelaku usaha lokal.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan hal tersebut dalam wawancara khusus dengan DAAI TV di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jumat (21/8/2026). Ia menegaskan bahwa peningkatan jumlah transaksi pada setiap pelaksanaan CFN menunjukkan potensi ekonomi kawasan yang terus berkembang.

"Ini mengartikan juga potensi ekonominya meningkat," ujar Rico.

Menurutnya, CFN merupakan bagian dari strategi Pemko Medan dalam membangun ekosistem ekonomi dan pariwisata di Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) 1 Kota Tua Medan. Pengembangan kawasan ini tidak hanya berfokus pada penataan fisik, tetapi juga pada integrasi berbagai sektor pendukung.

"Pengembangan kawasan harus menyentuh transportasi, penanda arah, pelaku UMKM, hingga kolaborasi dengan dunia usaha," jelasnya.

Rico menambahkan, CFN memiliki konsep berbeda dengan Car Free Day (CFD) yang digelar setiap Minggu. Jika CFD lebih berorientasi pada aktivitas olahraga dan kesehatan, CFN menitikberatkan pada kegiatan seni, budaya, dan kreativitas masyarakat.

"CFN ini untuk mengaktivasi kawasan wisata agar masyarakat semakin sadar bahwa Kesawan adalah ruang publik sekaligus destinasi wisata," katanya.

Berbagai pertunjukan seni, musik, dan aktivitas komunitas turut meramaikan CFN. Bahkan, pengunjung tidak hanya berasal dari Kota Medan, tetapi juga dari daerah sekitar seperti Deli Serdang, Asahan (Kisaran), Serdang Bedagai, hingga Tebing Tinggi.

Selain Kesawan, Lapangan Merdeka juga menjadi bagian penting dalam pengembangan KSP 1. Kawasan ini dimanfaatkan sebagai ruang publik untuk kegiatan olahraga, acara kenegaraan, hingga kegiatan masyarakat dan swasta.

Di sisi lain, Rico menegaskan bahwa pengembangan kawasan harus tetap menjaga nilai sejarah dan karakter bangunan cagar budaya. Revitalisasi dilakukan tanpa mengubah bentuk asli bangunan, namun tetap menghidupkan fungsi ekonominya.

"Bangunan cagar budaya tidak boleh diubah bentuknya, tetapi bisa diaktivasi agar memiliki nilai ekonomi," tegasnya.

Pemko Medan juga terus mendorong pengembangan UMKM melalui pelatihan, dukungan akses perbankan, serta perluasan pasar. Produk lokal dinilai memiliki kualitas dan keunikan yang mampu bersaing di pasar lebih luas.

"Potensi UMKM kita sangat besar. Tinggal bagaimana kita dorong agar naik kelas," ujar Rico.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru