Rabu, 05 Agustus 2026 WIB

Bocah 6 Tahun Ditemukan Tewas di Sumur, Autopsi Temukan Tanda Kekerasan, Polisi Terus Selidiki

Irul Daulay - Rabu, 05 Agustus 2026 13:19 WIB
Bocah 6 Tahun Ditemukan Tewas di Sumur, Autopsi Temukan Tanda Kekerasan, Polisi Terus Selidiki

TAPSEL| Jelajahnews.id - Kepolisian Resor (Polres) Tapanuli Selatan masih terus mendalami kasus meninggalnya seorang anak perempuan berusia enam tahun yang ditemukan di dalam sumur di salah satu desa di Kecamatan Angkola Muara Tais, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Baca Juga:

Penyidik menegaskan proses penanganan perkara dilakukan secara profesional dengan mengedepankan alat bukti, hasil pemeriksaan medis, serta perlindungan identitas korban sesuai pedoman pemberitaan ramah anak.

Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Anton Santoso, S.I.K., M.M., melalui Kasat Reskrim IPTU B.D. Sitorus, S.H., M.H., mengatakan hingga saat ini pihaknya masih mengumpulkan keterangan saksi dan mendalami seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

"Kami memastikan seluruh proses dilakukan secara profesional, termasuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan medis dan keterangan para pihak yang mengetahui peristiwa tersebut," ujar IPTU B.D. Sitorus, Selasa (4/8/2026).

Peristiwa bermula pada Minggu (2/8/2026) siang ketika warga menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di dalam sumur milik warga. Jenazah kemudian dievakuasi oleh masyarakat dan dibawa ke rumah duka.

Namun, keluarga korban meminta agar jenazah diperiksa lebih lanjut di fasilitas kesehatan karena merasa terdapat sejumlah hal yang perlu dipastikan terkait penyebab kematian anak tersebut.

Pada Senin (3/8/2026) dini hari, keluarga mendatangi Polsek Batang Angkola untuk melaporkan kejadian itu. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Batang Angkola memerintahkan Kanit Reskrim bersama personel lainnya menuju RSUD Pintu Padang untuk melakukan pengecekan awal.

Dari hasil pengecekan, polisi memastikan jenazah telah berada di RSUD Pintu Padang setelah sebelumnya diantar masyarakat. Atas permintaan keluarga, jenazah kemudian dirujuk ke RSUD Sipirok untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian.

Kasat Reskrim menjelaskan, hasil autopsi menjadi salah satu dasar penting dalam proses penyelidikan dan penyidikan yang sedang berlangsung.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar dan dalam, tim medis menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selain itu, penyebab kematian disebut berkaitan dengan kondisi gagal napas akibat masuknya cairan ke saluran pernapasan.

Meski demikian, kepolisian belum menyimpulkan adanya pihak yang bertanggung jawab maupun motif di balik peristiwa tersebut.

"Meski demikian, kita belum menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab sebelum seluruh rangkaian penyelidikan dan penyidikan selesai dilakukan," jelas IPTU B.D. Sitorus.

Saat ini, Satreskrim Polres Tapanuli Selatan masih memeriksa sejumlah saksi, mempelajari secara mendalam hasil autopsi, serta mendalami kemungkinan adanya unsur tindak pidana dalam kasus tersebut.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak membangun spekulasi maupun menyebarkan identitas korban atau informasi yang dapat merugikan keluarga.

"Kami meminta masyarakat tidak berspekulasi dan tidak menyebarkan identitas korban maupun informasi yang dapat merugikan keluarga. Fokus kami adalah mengungkap fakta secara terang dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan," tegas IPTU B.D. Sitorus. (JN-Irul)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru