Momentum Idulfitri, Pemko Medan Perkuat Soliditas Lewat Halalbihalal di Rumah Dinas Wakil Wali Kota
Pemerintah Kota Medan memanfaatkan momentum Idulfitri 1447 Hijriah untuk memperkuat soliditas internal dan sinergi lintas sektor
Daerah
TAPSEL | Jelajahnews.id - Pagar SMP Negeri 3 Angkola Selatan akhirnya tumbang lebih cepat dari harapan siswa menamatkan sekolah.
Proyek yang menelan anggaran hampir Rp120 juta itu justru menunjukkan performa tak jauh berbeda dari tumpukan batu kebun yang diplester ala kadarnya.
Padahal, di atas kertas, proyek Pembangunan Pagar Sekolah SMPN 3 Angkola Selatan tercatat rapi, lengkap, dan berstatus paket sudah selesai. Namun di lapangan, pagar tersebut malah selesai lebih dulu ambruk.
Hasil penelusuran awak media mendapati bahwa pagar sekolah ini diduga dibangun dengan ramuan khusus: semen secukupnya, pasir seperlunya, dan kerikil… entah ke mana.
Balok sloof yang seharusnya menjadi tulang punggung bangunan tampak tidak bersahabat dengan agregat kasar, seolah-olah kerikil adalah material terlarang.
Tak hanya itu, susunan batu pada dinding pagar terlihat seperti hasil tebakan bebas, tidak saling mengunci, tak rata, dan pada beberapa bagian bisa membuat orang bertanya: ini pagar atau puzzle gagal dirakit?
Besi tulangan pun tak mau kalah nyeleneh. Alih-alih terikat kokoh sesuai standar konstruksi, sambungan besi tampak sekadar disatukan dengan kawat, cukup kuat menahan harapan, tapi tidak untuk menahan beban.

Menariknya, setelah pagar roboh dan menuai sorotan, proyek tersebut langsung "disulap" kembali. Namun sayangnya, dari pantauan terbaru, perbaikan pagar justru terlihat sekadar berdandan, bukan berbenah.
Pola susunan batu masih tampak semrawut, mutu coran kembali dipertanyakan, seolah perbaikan dilakukan dengan prinsip: yang penting berdiri dulu.
Padahal, proyek ini memiliki nilai kontrak Rp119.667.000, dikerjakan oleh penyedia jasa atas nama Naramon Fajri, dengan metode pengadaan langsung, di bawah pengawasan Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan klasik yang selalu muncul di proyek publik:
Apakah pagarnya yang lemah, atau pengawasannya yang sedang libur panjang?
Masyarakat berharap, pagar sekolah tidak lagi dibangun dengan logika coba-coba, apalagi mengingat fungsinya menyangkut keamanan lingkungan pendidikan, bukan sekadar pelengkap laporan pertanggungjawaban.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai resep adukan apa sebenarnya yang digunakan, hingga pagar sekolah bisa roboh lebih cepat dari papan pengumuman sekolah diganti. (JN-Irul)
Pemerintah Kota Medan memanfaatkan momentum Idulfitri 1447 Hijriah untuk memperkuat soliditas internal dan sinergi lintas sektor
Daerah
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri kegiatan open house Idulfitri 1447 Hijriah yang diselenggarakan Gubernur Sumatera Utara
Daerah
Perayaan Idulfitri 1447 Hijriah dimanfaatkan Pemerintah Kota Medan untuk memperkuat solidaritas sosial dan kolaborasi pembangunan.
Daerah
Ribuan masyarakat Kota Medan memadati Lapangan Merdeka untuk menunaikan Salat Idulfitri 1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Me
Daerah
Antusiasme masyarakat Medan bagian utara mewarnai pelaksanaan pawai takbiran Idulfitri 1447 Hijriah yang digelar di kawasan PT Pelindo
Daerah
P.SIDIMPUAN Jelajahnews.id Komitmen menjaga tertib administrasi dan kepastian hukum pertanahan kembali ditegaskan Kantor Pertanahan Kota
Daerah
P.Sidimpuan Jelajahnews.id Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Padangsidimpuan resmi menghentikan sementara seluruh layanan publik selama se
Daerah
Program Mudik Gratis Presisi 2026 yang digelar Polda Sumatera Utara mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Medan. Dukungan tersebut ditunjuk
Daerah
Kantor Pertanahan Kota Padangsidimpuan terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Daerah
Suasana hangat penuh keakraban terasa dalam kegiatan silaturahmi antara Pemerintah Kota Padangsidimpuan dengan insan pers yang digelar di MA
Daerah