Selain memperkuat kemitraan, Bobby menyoroti pentingnya investasi daerah untuk memperluas lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia mendorong Kadin agar menggelar kegiatan serupa di seluruh kabupaten/kota guna memperkuat kesadaran terhadap peran dunia usaha dalam pembangunan.
Lebih lanjut, Bobby mengusulkan agar BUMD se-Sumatera berkolaborasi membentuk entitas ekonomi besar seperti Danantara, yang menjadi kekuatan ekonomi baru di kawasan Sumatera dengan jumlah penduduk lebih dari 40 juta jiwa. "Sumatera memiliki potensi luar biasa dan menjadi pintu gerbang Indonesia bagian barat. Kalau bisa, BUMD digabungkan menjadi satu ekosistem ekonomi yang kuat," katanya.
Dalam kesempatan itu, Bobby juga memaparkan rencana pembangunan Kawasan Industri Sumatera Utara (KISU) di Tanjung Kasau, Kabupaten Batubara, dengan luas lahan 2.500 hektare milik Pemprov Sumut. Lahan tersebut akan diberikan secara gratis kepada investor yang berkomitmen menanamkan modal minimal Rp1 triliun.
"Kami akan berikan lahannya kepada siapa saja yang berinvestasi sebesar Rp1 triliun. Jika kawasan ini dikembangkan, bisa menyerap hingga 20 ribu tenaga kerja. Silakan Kadin bantu mencarikan investornya," ungkap Bobby.
Menutup sambutannya, Bobby menekankan pentingnya penguatan industri halal. Ia menilai, negara-negara mayoritas Muslim seharusnya menjadi pengimpor utama produk halal, bukan justru negara seperti Cina atau Australia. "Karena itu, kami mengapresiasi Kadin yang mengangkat tema halal dalam acara ini," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menilai Sumut memiliki potensi besar menjadi motor penggerak ekonomi Sumatera. "Sumut harus menjadi penggerak ekonomi Sumatera dan nasional. Jika Sumatera tumbuh, ia akan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia," ujarnya.