Jangan Terlalu Percaya Diri! Hairul Iman: Lengkapi Persyaratan Dulu, Soal Calon Ketua Tunggu Forum
Jelang Konferensi IX PWI Tabagsel Tahun 2026, dinamika pencalonan Ketua PWI Tabagsel mulai menjadi perhatian.
Daerah
MEDAN - Kota Medan merupakan kota berbilang kaum yang hidup berdampingan dengan harmonis. Hal ini terbukti disetiap perayaan hari besar berlangsung aman dan damai. Setiap pemeluk agama secara bebas melangsungkan ibadah menyambut hari besarnya tiba. Tidak hanya itu, budaya saling mengunjungi saat perayaan hari besar semakin menambah erat persaudaraan antar warga Medan.
Memenuhi undangan open house Perayaan Imlek 2571 dari salah seorang koleganya, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution hadir di kediaman Ketua Walubi Sumut, Dr Indra Wahidin, Komplek Setia Budi Medan, Sabtu (25/01). Kehadiran Akhyar di tempat tersebut guna memberikan ucapan selamat merayakan Imlek kepada Dr. Indra Wahidin sekeluarga.
Seolah ikut menyesuaikan, Akhyar Nasution mengenakan kemeja lengan panjang bermotif tenunan warna merah dan kuning serta celana berwarna hitam tampak disambut penuh keakraban oleh Dr. Wahidin dan keluarga.
Usai menghadiri acara tersebut, Akhyar mengatakan perbedaan merupakan kekuatan utama yang menjadikan Kota Medan semakin berkembang dan kompetitif. Selain itu sebagai Kota yang heterogen, masyarakat yang ada di Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara ini juga dapat bersatu dan hidup berdampingan satu sama lain dalam keharmonisan.
\"Inilah ciri dari Kota Medan, beragam warganya hidup berdampingan dengan aman dan tentram sehingga perayaan dalam agama menjadi sarana untuk kita berkumpul dan bersilaturahmi dalam bingkai persaudaraan\", kata Akhyar.
Sebagai kota metropolitan yang multikultural, sambung Akhyar, Kota Medan memiliki kehidupan yang kompleks. Artinya Kota Medan memiliki agama, suku, organisasi, dan komunitas yang sangat beragam. Namun dengan keberagaman tersebut, warga Kota Medan tetap bersatu dan memiliki toleransi yang tinggi.
“Hal ini menjadi bahan bakar untuk membangun masyarakat yang mandiri, berkualitas dan berdaya saing sesuai visi dan misi Kota Medan. Oleh sebab itu saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk dapat terus memupuk persatuan dan kesatuan serta hidup berdampingan satu sama lainnya dalam keharmonisan di tengah perbedaan antar umat beragama yang di Kota Medan, tentunya hal ini akan berdampak bagi pembangunan Kota Medan\", ucapnya.
Hadir dalam Open House Perayaan Imlek ini, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Anggota DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen dan sejumlah Tokoh Masyarakat Sumut dan Tokoh Lintas Agama Sumut serta para Kerabat.(Red/ril)
Jelang Konferensi IX PWI Tabagsel Tahun 2026, dinamika pencalonan Ketua PWI Tabagsel mulai menjadi perhatian.
Daerah
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Padangsidimpuan kini dipimpin oleh Herizal Yusuf, AMd.IP., SH., MH.
Daerah
Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Padangsidimpuan turun langsung ke lapangan untuk memastikan data administrasi sesuai dengan kondisi fisik ta
Daerah
Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan ke luar negeri dengan imingiming gaj
Politik
Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos, mengingatkan masyarakat agar memastikan data administrasi kependudukan selalu be
Politik
Babak baru dalam penguatan pelayanan pertanahan dimulai di Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Padangsidimpuan.
Daerah
Nama Eddi Sullam Siregar masih tercantum di meja rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), meski proses pergantian antarwakt
Daerah
Pemerintah Kota Medan perlu mengevaluasi serius kinerja Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Yunita Sari dan jajaran dalam men
Daerah
Dinamika menuju Konferensi PWI Tabagsel IX Tahun 2026 mulai menghangat. Salah satu kandidat yang menyatakan kesiapan maju dalam kontestasi K
Daerah
Bursa calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tabagsel periode berikutnya mulai mengerucut
Daerah