Jumat, 02 Oktober 2026 WIB

Tragis, Siswi Kelas II SD di Bukit Malintang Ditemukan Meninggal, Keluarga Minta Otopsi

Irul Daulay - Jumat, 02 Oktober 2026 21:27 WIB
Tragis, Siswi Kelas II SD di Bukit Malintang Ditemukan Meninggal, Keluarga Minta Otopsi
Foto: Petugas dan warga berada di sekitar lokasi penemuan jenazah siswi kelas II SD di belakang rumah keluarganya, Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal, Kamis (1/10/2026).

MADINA | Jelajahnews.id - Seorang siswi kelas II sekolah dasar (SD) berinisial NAL (8) ditemukan meninggal dunia di belakang rumahnya di Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina)

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Korban ditemukan di area belakang rumah oleh pihak keluarga.

Korban pertama kali diketahui oleh adik kandungnya yang masih berusia 5 tahun. Mendengar teriakan sang anak, ibu korban berinisial NA (30) kemudian berlari menuju bagian belakang rumah.

Warga yang datang ke lokasi selanjutnya membantu mengevakuasi korban dan membawanya menggunakan sepeda motor ke Puskesmas Bukit Malintang. Namun, setelah diperiksa, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Kepala Desa setempat membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi tergantung di area belakang rumah.

Setelah mendapat informasi, personel Polsek Siabu yang dipimpin AIPTU Naamuddin Siregar melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Kapolsek Siabu, IPTU Ahmad Juli Nasution, S.H., membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi, Jumat (2/10/2026).

"Benar, pihak kami masih sedang melakukan penyelidikan," ujarnya.

Pemeriksaan medis awal atau visum luar dilakukan oleh dr. Syaida Maysarah Panjaitan dari Puskesmas Bukit Malintang.

Hasil pemeriksaan sementara tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Namun, terdapat jejas atau bekas jeratan pada bagian leher.

Berdasarkan temuan awal tersebut, korban diduga meninggal akibat bunuh diri. Kendati demikian, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian.

Pihak keluarga tidak berhenti pada pemeriksaan awal. Mereka telah membuat laporan resmi kepada kepolisian sekaligus meminta agar dilakukan otopsi terhadap jenazah korban.

Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan penyebab pasti kematian NAL secara lebih menyeluruh.

Hingga Jumat (2/10/2026), polisi masih mengumpulkan keterangan dan melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut.

Hasil penyelidikan dan pemeriksaan lanjutan nantinya diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kematian korban. (JN-Irul).

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru