Rabu, 29 Juli 2026 WIB

DPRD Medan Soroti Antrean BBM, Datuk Iskandar Muda Minta Pertamina Benahi Distribusi

editor - Selasa, 14 Juli 2026 19:51 WIB
DPRD Medan Soroti Antrean BBM, Datuk Iskandar Muda Minta Pertamina Benahi Distribusi
Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Medan, Datuk Iskandar Muda

MEDAN -Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Medan, Datuk Iskandar Muda, menyoroti antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Medan dalam beberapa hari terakhir. Ia menilai persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan BBM, tetapi juga telah menimbulkan dampak sosial, psikologis, hingga ekonomi bagi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Datuk Iskandar Muda saat dimintai tanggapan mengenai fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU, Rabu (14/7/2026). Menurutnya, masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan karena harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk memperoleh BBM yang merupakan kebutuhan utama dalam menunjang aktivitas sehari-hari.

"Yang paling memprihatinkan adalah kondisi psikologis masyarakat Medan yang terus disusahkan. Mereka harus mengantre hingga malam, kehilangan waktu bersama keluarga, kelelahan, dan pada akhirnya aktivitas ekonomi maupun pekerjaan ikut terganggu. Ini tentu tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa," ujar Datuk Iskandar Muda.

Baca Juga:
Ia mengatakan antrean yang berlangsung hingga malam hari tidak hanya menguras waktu dan tenaga masyarakat, tetapi juga mengurangi produktivitas kerja serta berdampak pada kualitas kehidupan keluarga. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan persoalan distribusi BBM telah berkembang menjadi masalah pelayanan publik yang harus segera ditangani.

Selain itu, Datuk Iskandar Muda menilai antrean kendaraan di SPBU turut menyebabkan kemacetan di berbagai ruas jalan Kota Medan. Dampaknya dirasakan bukan hanya oleh pengendara yang mengisi BBM, tetapi juga masyarakat umum yang melintas dan harus menghadapi perlambatan arus lalu lintas.

Menurutnya, kemacetan tersebut berpotensi menghambat aktivitas ekonomi, distribusi barang, serta mobilitas masyarakat sehingga memberikan efek berantai terhadap berbagai sektor.

Ia menduga persoalan tersebut dipicu oleh tata kelola distribusi BBM yang belum berjalan secara optimal. Oleh karena itu, Pertamina diminta segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru