Selasa, 27 Januari 2026 WIB

DPRD Desak Pemko Medan Tambah Anggaran dan Peralatan Evakuasi Pascabanjir

editor - Rabu, 03 Desember 2025 23:23 WIB
DPRD Desak Pemko Medan Tambah Anggaran dan Peralatan Evakuasi Pascabanjir
Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor

MEDAN -Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Medan dalam beberapa hari terakhir kembali memicu banjir besar di sejumlah kawasan. Menyikapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan memperbesar anggaran penanganan banjir dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Antonius menyatakan banjir yang melanda wilayah Medan Barat, Medan Helvetia, Medan Baru, dan sebagian Medan Petisah menunjukkan perlunya langkah yang lebih serius dari pemerintah. Ia menegaskan bahwa dua kecamatan paling rawan adalah Medan Barat dan Medan Helvetia.

"Saya sangat sedih melihat kejadian ini. Banjir kali ini merenggut korban jiwa, banyak warga terpaksa mengungsi, dan rumah mereka terendam tanpa sempat menyelamatkan perabotan maupun kendaraan," ujarnya dengan nada prihatin, kemarin.

Baca Juga:
Ia menjelaskan derasnya arus dan lambatnya bantuan evakuasi membuat warga nekat menerobos banjir demi menyelamatkan diri. "Ada warga yang terhanyut, bahkan dikabarkan masuk ke gorong-gorong. Keterlambatan bantuan ini sangat berbahaya," tegasnya.

Antonius mendorong Pemko Medan menambah tenaga honorer pada Dinas Pemadam Kebakaran serta BPBD Kota Medan agar respons bencana lebih cepat. Menurutnya, saat banjir terjadi, banyak warga menghubunginya untuk meminta perahu karet, makanan, hingga obat-obatan, namun upaya bantuan terhambat karena akses jalan digenangi air.

"Bayangkan, ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Beberapa kawasan di Medan Barat seperti Kelurahan Karya Sei Agul, Karang Berombak, Brayan, Silalas, bahkan sebagian Kesawan adalah titik paling parah," jelasnya.

Antonius juga mengingatkan bahwa Kecamatan Medan Barat merupakan titik nol Kota Medan, sehingga secara geografis membutuhkan perhatian lebih dalam mitigasi banjir. Ia menambahkan bahwa kawasan rawan di Medan Helvetia, seperti Helvetia Timur, Cinta Damai, Tanjung Gusta, Helvetia Tengah, Helvetia, dan Dwikora, memerlukan penanganan serius.

Sebagai langkah konkret, ia mengusulkan agar Pemko Medan mendata wilayah rawan banjir dan menyediakan dua perahu karet di setiap kelurahan guna mempercepat proses evakuasi. "Banjir kemarin adalah peringatan keras. Ini tidak boleh dianggap sepele. Pemerintah harus siap dengan segala perlengkapannya ketika banjir terjadi," tegasnya.

Ia meminta Pemko Medan mengalokasikan anggaran khusus untuk penanganan banjir, mulai dari kesiapsiagaan personel, peralatan evakuasi, hingga kebutuhan logistik warga terdampak. "Ini tentang keselamatan warga. Jangan menunggu korban jiwa berikutnya baru kita bergerak," tutupnya.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru