Selasa, 03 November 2026 WIB

Warga Keluhkan Tumpukan Sampah di Sejumlah Titik Medan, Rico Waas Minta Lurah Turun Langsung

editor - Jumat, 30 Oktober 2026 13:08 WIB
Warga Keluhkan Tumpukan Sampah di Sejumlah Titik Medan, Rico Waas Minta Lurah Turun Langsung
Safari Jumat di Masjid Al Mukhlisin, Jalan Lukah, Kecamatan Medan Amplas, Jumat (30/10/2026).

MEDAN - Keluhan warga mengenai tumpukan sampah di sejumlah kawasan Kota Medan mendapat perhatian Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.

Ia meminta camat dan lurah lebih aktif mengawasi kebersihan lingkungan serta segera menindaklanjuti laporan masyarakat yang berkaitan dengan penumpukan sampah.

Persoalan tersebut mencuat dalam dialog bersama warga pada kegiatan Safari Jumat di Masjid Al Mukhlisin, Jalan Lukah, Kecamatan Medan Amplas, Jumat (30/10/2026). Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan temuan sampah di parit, lahan kosong, dan lapangan yang dinilai membutuhkan perhatian aparat setempat.

Baca Juga:
Salah seorang warga, Teddy Saputra, mengungkapkan bahwa pekerjaannya sebagai tenaga penjualan membuat dirinya kerap berkeliling ke berbagai kawasan di Kota Medan. Dari aktivitas tersebut, ia mengaku masih sering menjumpai sampah yang menumpuk di sejumlah lokasi.

"Saya berkeliling ke sana kemari melihat di parit ada sampah, di tanah kosong ada sampah, di lapangan juga ada sampah. Masyarakat pun masih seenaknya membuang sampah. Apakah aparat kelurahan dan kecamatan tidak memperhatikan kondisi itu?" ujar Teddy.

Menanggapi keluhan tersebut, Rico tidak hanya meminta laporan disampaikan, tetapi juga meminta warga menyebutkan lokasi secara spesifik agar dapat ditindaklanjuti oleh aparatur terkait.

Teddy kemudian menyebut kawasan perbatasan Perumnas Mandala di Medan Denai, Jalan Pelangi, dan Jalan Sisingamangaraja sebagai beberapa lokasi yang perlu mendapat perhatian. Ia juga menyampaikan bahwa sampah masih ditemukan di sejumlah titik lain ketika dirinya melintasi wilayah kota.

"Baik, nanti kita panggil lurahnya. Kita minta supaya dibersihkan. Di mana lagi daerahnya? Biar kita berikan perhatian," kata Rico.

Rico menegaskan bahwa camat dan lurah tidak boleh membiarkan sampah berserakan tanpa tindakan. Menurutnya, aparatur kewilayahan harus memahami kondisi lingkungan yang menjadi tanggung jawabnya dan melakukan pemantauan secara rutin.

"Jangan pula melihat sampah di tengah jalan, tetapi diam-diam saja. Kalau ada, harus dibersihkan. Ini jelas, ya. Pastikan dibersihkan," tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa persoalan kebersihan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada petugas pengangkut sampah. Camat dan lurah harus berperan aktif mengawasi wilayah, mengidentifikasi titik penumpukan, serta memastikan persoalan yang ditemukan segera ditangani.

Rico juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan masalah kebersihan yang belum mendapat penanganan. Ia meminta warga tidak ragu menyampaikan keluhan agar pemerintah dapat mengetahui kondisi yang mungkin belum terjangkau oleh laporan rutin.

"Kalau Bapak-Ibu menemukan permasalahan sampah yang menumpuk dan tidak ditangani, silakan laporkan. Tidak perlu takut menyampaikan. Saya akan mendukung masyarakat. Silakan sampaikan," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Rico didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Kota Medan Erfin Fahrurrazi, sejumlah pimpinan perangkat daerah, serta Camat Medan Amplas Zulfahmi Tarigan.

Ia kemudian meminta Zulfahmi memastikan seluruh kelurahan di wilayah Medan Amplas meningkatkan pemantauan kebersihan. Rico juga meminta para lurah yang hadir berdiri untuk menegaskan bahwa instruksi tersebut harus dipahami dan dilaksanakan.

Laporan lain datang dari seorang warga perempuan yang mengeluhkan tumpukan sampah di lahan kosong di samping rumahnya, di kawasan Selambo 6, Kelurahan Amplas, dekat lokasi kegiatan Safari Jumat.

Warga tersebut mengatakan telah beberapa kali menyampaikan laporan. Namun, meskipun persoalan itu sempat mendapat tanggapan, tumpukan sampah masih menjadi masalah di lingkungannya.

Mendengar hal tersebut, Rico langsung meminta Lurah Amplas Ardiansyah Lubis menemui warga dan memastikan titik penumpukan sampah yang dimaksud.

"Pak Lurah, kami perintahkan! Bapak temui Ibu tadi, tunjukkan di mana titik sampahnya, kemudian bersihkan! Bisa?" ujar Rico.

Arahan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah kelurahan diminta tidak berhenti pada penerimaan laporan, tetapi juga melakukan pemeriksaan langsung dan memastikan tindak lanjut di lapangan.

Rico menilai pengawasan yang konsisten sangat diperlukan untuk mencegah persoalan kebersihan berlarut-larut. Keberadaan sampah di jalan, parit, dan lahan kosong perlu segera ditangani agar tidak mengganggu kenyamanan warga maupun kondisi lingkungan.

Melalui Safari Jumat, ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan kota. Warga diharapkan tidak membuang sampah sembarangan dan bersedia melaporkan titik penumpukan yang belum ditangani.

Pada saat yang sama, camat dan lurah diminta meningkatkan tanggung jawab dalam mengawasi wilayah masing-masing. Kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah menjadi penting agar laporan mengenai sampah dapat ditindaklanjuti secara efektif.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru