Selasa, 03 November 2026 WIB

Banjir Menggenang Saat Hujan 30 Menit, Pemko Medan Siapkan Pembenahan Drainase di Sitirejo III

editor - Sabtu, 31 Oktober 2026 22:19 WIB
Banjir Menggenang Saat Hujan 30 Menit, Pemko Medan Siapkan Pembenahan Drainase di Sitirejo III
kegiatan Sapa Warga yang dihadiri Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Sabtu (31/10/2026) malam.

MEDAN - Persoalan banjir yang kerap menggenangi kawasan Sitirejo III, Kecamatan Medan Amplas, menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Sapa Warga yang dihadiri Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Sabtu (31/10/2026) malam. Pemerintah Kota Medan menyebut pembangunan drainase dan normalisasi parit sebagai bagian dari upaya mengatasi persoalan aliran air di kawasan tersebut.

Dalam dialog bersama ratusan warga di Jalan Selamat Pulau, masyarakat mengeluhkan genangan yang dapat terjadi meskipun hujan baru berlangsung sekitar 30 menit. Menanggapi keluhan itu, Rico menjelaskan bahwa pembangunan drainase sedang dilakukan di Jalan Garu IIB, sekitar 200–300 meter dari lokasi kegiatan.

Drainase tersebut direncanakan untuk menghubungkan aliran air menuju sungai di bagian belakang kawasan dan menembus Parit Sulang Saling. Pemerintah kota juga menyoroti perlunya normalisasi parit karena endapan sedimentasi telah mempersempit ruang aliran air.

Baca Juga:
"Artinya, sekitar 30 sentimeter itu adalah sedimentasi, jadi ruang air mengalir jadi sempit. Ini harus segera kita benahi," ujar Rico.

Menurutnya, kondisi saluran perlu dibenahi agar kapasitas aliran air dapat berfungsi lebih baik. Namun, upaya penanganan banjir di kawasan tersebut juga membutuhkan tindak lanjut sesuai kondisi lapangan dan kebutuhan infrastruktur.

Persoalan banjir bukan satu-satunya keluhan yang disampaikan masyarakat. Dalam kegiatan yang berlangsung melalui empat sesi tanya jawab itu, warga turut menyampaikan masalah lampu jalan yang mati, kerusakan jalan gang, serta penumpukan sampah akibat keterbatasan armada pengangkut.

Rico mengatakan kegiatan Sapa Warga kali ini sengaja dilaksanakan pada malam hari, berbeda dari jadwal rutin setiap Sabtu pagi. Dengan menemui warga secara langsung, ia ingin memperoleh gambaran kondisi lapangan yang lebih jelas dibandingkan hanya menerima laporan melalui jalur birokrasi.

"Saya enggak mau hanya sekadar dengar laporan saja. Dari lurah ke camat, camat ke OPD, lalu ke saya sudah kejauhan. Kadang-kadang enggak bisa saya lihat langsung," katanya.

Untuk persoalan penerangan jalan, Rico merespons keluhan Nurhabibah mengenai lampu yang mati di Gang Sawah. Ia langsung memerintahkan Kepala Dinas Perhubungan agar segera menindaklanjuti laporan tersebut.

"Malam ini langsung dipasang," tegasnya.

Sementara itu, Jumadi mengeluhkan penumpukan sampah yang berkaitan dengan kurangnya armada becak motor untuk mengangkut sampah di lingkungan warga. Rico menyampaikan rencana penambahan armada becak sampah pada tahun ini guna membantu meningkatkan keteraturan pengangkutan.

"Akan ada penambahan becak sampah untuk menutupi kekurangan selama ini. Sehingga nantinya dapat mengakomodir pengangkutan sampah secara rutin. Kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan," ujarnya.

Keluhan lain berkaitan dengan kerusakan jalan di Gang Melur yang disampaikan Sumiati Pasaribu. Menanggapi hal tersebut, Rico menyatakan perbaikan akan dilakukan dengan pemasangan paving block pada November.

"Bulan 11 ini langsung kita paving block," katanya.

Rico menjelaskan bahwa penanganan setiap persoalan masyarakat memiliki jangka waktu berbeda. Keluhan yang bersifat mendesak dapat ditindaklanjuti dalam waktu dekat, sedangkan persoalan yang membutuhkan proses lebih panjang akan disesuaikan dengan perencanaan pemerintah.

"Setiap aspirasi yang kami terima ada yang jangka pendek, jangka menengah hingga jangka panjang penyelesaiannya. Jangka pendek bisa langsung dikerjakan, jangka menengah butuh waktu seminggu atau bahkan sebulan, sedangkan jangka panjang akan kita masukan kedalam perencanaan di tahun depan," ungkapnya.

Kegiatan Sapa Warga tersebut menjadi sarana bagi Pemko Medan untuk menerima laporan langsung mengenai kondisi infrastruktur dan pelayanan lingkungan. Kehadiran kepala dinas terkait juga dimaksudkan agar persoalan yang disampaikan masyarakat dapat segera ditelaah sesuai kewenangan masing-masing perangkat daerah.

Pada akhir kegiatan, Rico menyerahkan bantuan secara simbolis kepada masyarakat. Bantuan tersebut berupa beras, tas sekolah, perlengkapan pos kamling, dan mesin jahit.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru