Selasa, 03 November 2026 WIB

Bobby Nasution Tinjau Irigasi Afia Rp8,6 Miliar, Potensi Sawah Ditargetkan Naik hingga 170 Hektare

editor - Kamis, 29 Oktober 2026 16:57 WIB
Bobby Nasution Tinjau Irigasi Afia Rp8,6 Miliar, Potensi Sawah Ditargetkan Naik hingga 170 Hektare
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution meninjau rehabilitasi jaringan irigasi Afia di Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli, Kamis (29/10/2026)

GUNUNGSITOLI - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution meninjau rehabilitasi jaringan irigasi Afia di Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli, Kamis (29/10/2026). Proyek senilai Rp8,6 miliar yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Utara tersebut diharapkan meningkatkan luas lahan persawahan potensial dari 135 hektare menjadi 167–170 hektare sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Rehabilitasi jaringan irigasi ini merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kota Gunungsitoli dalam mengoptimalkan potensi pertanian di kawasan Afia. Melalui perbaikan jaringan pengairan, lahan yang sebelumnya belum tergolong potensial diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk kegiatan pertanian.

Bobby Nasution mengatakan, pembangunan tersebut berawal dari usulan Pemerintah Kota Gunungsitoli yang disesuaikan dengan kebutuhan petani di lapangan. Pemprov Sumut kemudian memberikan dukungan anggaran untuk membantu merealisasikan perbaikan infrastruktur pengairan tersebut.

Baca Juga:
"Secara aturan, wilayah irigasi di bawah 1.000 hektar merupakan kewenangan kabupaten/kota. Namun, atas usulan Pak Wali Kota, Pemprov Sumut hadir memberikan dukungan anggaran untuk mengoptimalkan potensi persawahan di tempat ini," ujar Bobby saat meninjau proyek.

Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota diperlukan untuk mempercepat pembangunan sektor pertanian, terutama ketika suatu daerah membutuhkan dukungan dalam mengoptimalkan potensi lahannya. Infrastruktur irigasi menjadi salah satu faktor penting untuk menunjang ketersediaan air bagi persawahan.

Rehabilitasi jaringan irigasi Afia mencakup empat titik pekerjaan. Lokasi A memiliki panjang 999 meter, Lokasi B sepanjang 250 meter, Lokasi C sepanjang 268,5 meter, dan Lokasi D sepanjang 985 meter. Perbaikan pada keempat titik tersebut diharapkan meningkatkan jangkauan layanan pengairan sehingga lebih banyak lahan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan persawahan.

Berdasarkan data yang disampaikan Pemerintah Kota Gunungsitoli, kawasan Afia memiliki luas baku persawahan sekitar 254 hektare. Namun, dari total luasan tersebut, baru 135 hektare yang tergolong sebagai lahan sawah potensial.

Setelah rehabilitasi jaringan irigasi selesai, luas lahan potensial diperkirakan meningkat menjadi 167–170 hektare. Peningkatan tersebut diharapkan membuka peluang bagi petani untuk memperluas pemanfaatan lahan dan meningkatkan produksi pertanian.

Selain memeriksa pembangunan fisik, Bobby berdialog dengan para petani untuk mendengarkan berbagai kebutuhan yang masih dihadapi di lapangan. Sejumlah persoalan yang disampaikan meliputi harga pupuk bersubsidi, kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta peningkatan infrastruktur pendukung kegiatan usaha tani.

Para petani juga membutuhkan traktor, mesin perontok padi atau power thresher, fasilitas pengering gabah atau dryer, peningkatan kualitas jalan usaha tani, dan perbaikan bendungan induk. Kebutuhan tersebut berkaitan dengan upaya meningkatkan efisiensi pekerjaan pertanian, memperlancar distribusi hasil panen, serta mendukung pengelolaan lahan secara lebih produktif.

Bobby menegaskan bahwa Pemprov Sumut akan terus memperkuat sinergi dengan Pemko Gunungsitoli untuk mendukung produktivitas pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kepulauan Nias. Menurutnya, pembangunan infrastruktur perlu berjalan seiring dengan perhatian terhadap kebutuhan sarana produksi dan fasilitas pendukung lainnya.

Sementara itu, Wali Kota Gunungsitoli Sowa'a Laoli menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan anggaran yang diberikan Pemprov Sumut bagi pengembangan pertanian di wilayahnya.

Ia menjelaskan, dari total luas baku persawahan sekitar 254 hektare di kawasan Afia, baru 135 hektare yang tergolong potensial. Karena itu, rehabilitasi jaringan irigasi diharapkan dapat memperluas pemanfaatan lahan dan memberikan dampak positif terhadap produksi pertanian masyarakat.

"Dengan selesainya jaringan irigasi ini, kami mengestimasi luas lahan potensial dapat meningkat hingga 167 sampai 170 hektare. Dukungan Pemprov Sumut sangat berdampak langsung bagi peningkatan hasil panen masyarakat kami," tutur Sowa'a Laoli.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru