Terungkap! Remaja 13 Tahun di Badiri Diduga Dicabuli Kakek Tiri Sejak Kelas V SD
Seorang remaja berusia 13 tahun di Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, diduga menjadi korban pencabulan
Daerah
TAPTENG| Jelajahnews.id - Seorang remaja berusia 13 tahun di Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, diduga menjadi korban pencabulan oleh kakek tirinya sendiri.
Dugaan perbuatan tersebut disebut berlangsung sejak korban duduk di kelas V sekolah dasar pada 2024 hingga September 2026.
Polisi telah mengamankan pria berinisial AS (43), warga Kecamatan Badiri, yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Perkara ini terungkap setelah ayah kandung korban melaporkannya kepada pihak kepolisian.
Kasat Reskrim Polres Tapanuli Tengah, IPTU Dian A.P., S.H., membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan, pengamanan tersangka dilakukan berdasarkan laporan polisi tertanggal 7 Oktober 2026.
"Benar, Tim Opsnal Satreskrim Polres Tapanuli Tengah telah mengamankan tersangka AS atas dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur," ujar Dian.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dugaan pencabulan terhadap korban berinisial RM itu disebut terjadi sejak 2024, ketika korban masih duduk di kelas V SD, hingga September 2026.
Diketahui, kedua orang tua korban telah bercerai. Ayah kandung korban, berinisial IP (38), kemudian menikah lagi. Sementara itu, ibu kandung korban dilaporkan mengalami depresi dan kerap menjalani pengobatan di Kota Pematangsiantar.
Kondisi keluarga tersebut membuat RM tinggal bersama nenek dan kakek tirinya di Kecamatan Badiri sejak masih duduk di kelas I SD.
Adapun AS merupakan suami kedua nenek korban. Dengan demikian, tersangka dan korban diketahui tinggal dalam satu lingkungan keluarga.
Dugaan tindak pidana tersebut kini menjadi perhatian karena korban masih berusia anak-anak ketika dugaan perbuatan itu disebut mulai terjadi.
Penangkapan AS dilakukan setelah polisi menerima laporan dari ayah kandung korban. Satreskrim Polres Tapanuli Tengah selanjutnya menangani perkara tersebut untuk mendalami dugaan tindak pidana yang dilaporkan.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan anak, termasuk di lingkungan keluarga dan tempat tinggal sendiri.
Anak-anak harus mendapatkan rasa aman, pengawasan, serta perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan eksploitasi seksual.
Hingga berita ini disusun, informasi mengenai pasal yang disangkakan dan perkembangan proses hukum terhadap AS belum tercantum dalam keterangan yang diterima redaksi.
Redaksi tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah serta menyamarkan identitas korban demi melindungi privasi dan masa depannya. (JN-Red)
Seorang remaja berusia 13 tahun di Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, diduga menjadi korban pencabulan
Daerah
Penanganan sampah di Kota Medan dinilai masih belum maksimal. Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos., mengaku masih men
Politik
Advokat Benri Pakpahan, SH, MH, selaku penasihat hukum Kornauli Sinaga alias Nai Polman, mengapresiasi majelis hakim Pengadilan Negeri (PN)
Hukrim
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat pasokan listrik di wilayah Sumatera Bagian
Daerah
Berbagai cara dilakukan untuk menciptakan suasana pembinaan yang humanis di balik jeruji besi.
Daerah
Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) Wilayah Sumatera Utara menggelar kegiatan sosial bertajuk Jumat Berkah dengan mengundang ustaz
Ragam
Operasi Gerebek Sarang Narkoba (GSN) di Lingkungan Layanglayang, Kelurahan Wek II, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, S
Daerah
Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Padangsidimpuan memperkuat koordinasi lintas instansi untuk mendukung implementasi Layanan Perintis 10 Hari.
Daerah
Setelah hampir dua pekan tidak diketahui keberadaannya, AJN (27), warga Desa Wek IV, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Suma
Daerah
Seorang Bayi perempuan berusia sekitar tiga bulan ditemukan warga di pinggir jalan Kelurahan Sipange, Tapteng, Jumat (9/10/2026) pagi.
Daerah