Jumat, 25 September 2026 WIB

Rico Waas: Harmonisasi Antarumat Beragama Kunci Jaga Medan Tetap Kondusif

editor - Jumat, 25 September 2026 12:38 WIB
Rico Waas: Harmonisasi Antarumat Beragama Kunci Jaga Medan Tetap Kondusif
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas

MEDAN - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengatakan pentingnya memperkuat komunikasi, toleransi dan kebersamaan antarumat beragama sebagai langkah mencegah disharmonisasi dan konflik sosial di Kota Medan.

Rico mengatakan, sebagai kota multikultural dan multiagama, Medan memiliki keberagaman yang harus terus dirawat.

Menurutnya, harmonisasi tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi harus diwujudkan melalui komunikasi dan keterbukaan di tengah masyarakat.

Baca Juga:

"Kebersamaan tumbuh dari kepercayaan, dan kepercayaan lahir dari komunikasi. Mari kita kuatkan kesepahaman untuk menjaga Medan tetap harmonis," ujar Rico saat menghadiri Pendidikan dan Pelatihan Mitigasi Risiko Disharmonisasi dan Konflik Sosial di Masyarakat bagi para camat se-Kota Medan yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan di Le Polonia Hotel, Jumat (25/9/2026).

Ia menilai, potensi gesekan sosial harus dicegah sejak dini. Sebab, persoalan yang awalnya kecil dapat berkembang menjadi konflik yang lebih besar apabila tidak segera ditangani melalui komunikasi dan pendekatan yang tepat.

"Hal-hal kecil apabila tidak dirawat dengan baik bisa melebar ke mana-mana, bisa membesar dan akhirnya merusak hubungan kita satu dengan lainnya," katanya.

Rico menegaskan, perbedaan agama, suku maupun latar belakang bukan alasan bagi masyarakat untuk saling mencurigai.

Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun Kota Medan secara bersama-sama.

"Kita harus saling menerima, saling menghormati dan saling toleransi. Ini membutuhkan kerja keras, keikhlasan, keterbukaan serta usaha dari kita semua," ungkapnya.

Baca Juga:

Menurut Rico, upaya menjaga kerukunan juga berkaitan dengan ketahanan sosial dan ketahanan negara. Karena itu, pemerintah bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, camat dan lurah harus memiliki komunikasi yang kuat untuk mendeteksi serta menyelesaikan persoalan di wilayah masing-masing.

Ia mencontohkan penyelesaian persoalan yang sempat terjadi di lingkungan Gereja Pentakosta di Jalan Garu V, Kecamatan Medan Amplas. Menurutnya, persoalan tersebut menjadi pembelajaran bahwa komunikasi dan kebersamaan dapat menjadi jalan penyelesaian ketika terjadi gesekan di tengah masyarakat.

"Ini menjadi ujian dan cobaan yang telah kita lalui. Yang terpenting bagaimana kita bersama-sama menjaga agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar," ujarnya.

Rico juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Medan untuk terus mewujudkan tagline "Medan untuk Semua, Semua untuk Medan."

Menurutnya, semangat tersebut harus diwujudkan melalui kehidupan masyarakat yang rukun, saling menghargai dan memberikan ruang bagi setiap umat beragama untuk menjalankan keyakinannya.

Dalam kesempatan itu, Rico memberikan apresiasi kepada FKUB Kota Medan yang telah menginisiasi kegiatan mitigasi risiko disharmonisasi tersebut. Ia berharap para camat dan lurah dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga komunikasi dengan tokoh agama serta masyarakat di wilayah masing-masing.

Baca Juga:

"Kalau ada permasalahan di Kota Medan, mungkin yang besar bisa kita hilangkan kalau kita selalu bersama-sama. Karena itu, komunikasi harus terus dibangun," tegasnya.

Sementara itu, Ketua FKUB Kota Medan, Yasir Tanjung, mengatakan kegiatan mitigasi risiko disharmonisasi dan konflik sosial merupakan bagian dari upaya FKUB menjaga kerukunan umat beragama di Kota Medan.

Ia menyebutkan, FKUB sebelumnya juga telah melaksanakan berbagai kegiatan kerukunan di 21 kecamatan melalui program sadar kerukunan.

Kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat komunikasi antara pemerintah, tokoh agama dan masyarakat.

Baca Juga:

Dengan kolaborasi seluruh pihak, FKUB berharap potensi konflik sosial dapat dideteksi lebih awal dan diselesaikan melalui dialog, sehingga kerukunan umat beragama di Kota Medan tetap terjaga. (**)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru