Rabu, 15 April 2026 WIB

Pernah Ogah Berkawan dengan Wartawan, Kini Dr Lambok Dimutasi dari Kajari P.Sidimpuan

Irul Daulay - Rabu, 15 April 2026 10:13 WIB
Pernah Ogah Berkawan dengan Wartawan, Kini Dr Lambok Dimutasi dari Kajari P.Sidimpuan

P.SIDIMPUAN| Jelajahnews.id- Dunia per-Kejarian Padangsidimpuan lagi panas-panasnya, bukan karena cuaca, tapi karena kursi Kajari yang tiba-tiba "pindah tangan".

Dr Lambok Marisi Jakobus Sidabutar resmi dimutasi, dan tongkat komando kini dipegang oleh Dr Hartadhi Christianto.

Pergantian ini bukan sekadar mutasi biasa. Publik langsung teringat "episode lama" yang sempat viral ketika Dr Lambok dikabarkan ogah berkawan dengan wartawan.

Sebuah momen yang kala itu bikin suasana antara meja kerja dan meja redaksi agak… canggung.

Dalam pemberitaan yang beredar pada 2024 lalu, Dr Lambok disebut sempat berkata, "Saya tidak mau lagi berkawan dengan media," sambil berjalan meninggalkan awak media.

Kalimat-kalimat itu pun langsung meluncur cepat, lebih kencang dari deadline berita.

Tak butuh waktu lama, suasana pun memanas. Wartawan bereaksi, unjuk rasa terjadi, dan hubungan yang tadinya "copy paste rilis" berubah jadi "copy paste protes".

Namun, plot twist pun muncul.

Belakangan, muncul klarifikasi yang tak kalah mengejutkan. Disebut-sebut, pemberitaan tersebut dipengaruhi kondisi "lapar" dari oknum yang menulis. Entah lapar nasi atau lapar breaking news, yang jelas situasi jadi makin penuh bumbu.

Di sisi lain, Dr Lambok juga angkat bicara. Ia membantah keras pernah mengucapkan pernyataan tersebut.

"Saya tidak pernah mengatakan tidak mau berteman dengan media atau bahwa media mengganggu kinerja Kejaksaan," tegasnya saat klarifikasi.

Ia bahkan menegaskan dirinya tetap bersahabat dengan siapa saja, termasuk wartawan. Hanya saja, gaya komunikasinya lebih suka lewat press release daripada balas chat WhatsApp satu per satu mungkin biar tidak "centang biru tapi tak dibalas".

Kini, seiring keputusan Jaksa Agung RI ST Burhanuddin, babak baru pun dimulai. Dr Lambok dipindahkan ke posisi baru di Kejaksaan Agung, sementara kursi Kajari Padangsidimpuan resmi ditempati wajah baru.

Dengan hadirnya Dr Hartadhi, publik pun berharap suasana ke depan lebih adem ngopi bareng wartawan boleh, tapi jangan sampai cuma kopinya yang hangat, komunikasinya tetap dingin.

Satu hal yang pasti, di Padangsidimpuan, berita bukan cuma soal hukum tapi juga soal rasa. Kadang serius, kadang pedas, dan sesekali… ya, bisa juga karena lapar. (JN-Irul)

SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru