Panen 200 Kilogram Kangkung, Lapas P.Sidimpuan Manfaatkan Kebun untuk Ketahanan Pangan
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Padangsidimpuan memanen 200 kilogram kangkung dari kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) di seki
Daerah
SIBOLGA| Jelajahnews.id- Pengadilan Negeri Sibolga menjatuhkan vonis 10 bulan penjara kepada dua terdakwa, Jonni Erdinal dan Sariful Harahap, dalam perkara dugaan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama, Kamis (26/03/2026).
Baca Juga:
Putusan tersebut memicu keprihatinan dari pihak kuasa hukum yang menilai masih terdapat sejumlah kejanggalan dalam proses maupun pertimbangan hukum.
Dalam amar putusannya, Majelis Hakim menyatakan kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana kekerasan terhadap orang, sebagaimana dakwaan tunggal Penuntut Umum.
Selain menjatuhkan pidana penjara selama 10 bulan, Majelis Hakim juga menetapkan masa penahanan yang telah dijalani dikurangkan sepenuhnya dari pidana yang dijatuhkan serta memerintahkan para terdakwa tetap ditahan.
Majelis Hakim dalam pertimbangannya menyebutkan bahwa perbuatan para terdakwa mengakibatkan luka dan rasa sakit bagi korban serta meresahkan masyarakat.
Hal yang memberatkan, salah satu terdakwa dinilai tidak menunjukkan penyesalan. Namun demikian, hakim juga mengakui adanya hal-hal yang meringankan, yakni kedua terdakwa belum pernah dihukum dan salah satunya merupakan tulang punggung keluarga.
Putusan tersebut dibacakan oleh Majelis Hakim yang diketuai Hendra Utama Sotardodo, S.H., M.H., dengan hakim anggota Ahmad Maulana Ikbal, S.H., dan Morando Audia Hasonangan S., S.H., serta didampingi Panitera Pengganti Christy Tomy Pasaribu, S.H., M.H.
Sidang berlangsung terbuka untuk umum dan dihadiri Penuntut Umum serta para terdakwa yang didampingi penasihat hukum.

Namun demikian, kuasa hukum kedua terdakwa, Salman Alfarisi Simanjuntak bersama rekannya Arifin, menyampaikan kekecewaan mendalam atas putusan tersebut.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un," ucap Salman, menggambarkan rasa kecewa yang menurutnya jarang terjadi dalam perkara hukum yang ia tangani.
Menurut Salman, sejak awal pihaknya telah mempersoalkan penerapan pasal yang digunakan oleh Penuntut Umum. Bahkan, pihaknya telah mengajukan eksepsi karena menilai unsur-unsur dalam dakwaan tidak sepenuhnya terpenuhi.
"Kami melihat sejak awal perkara ini sudah dipaksakan masuk dalam konstruksi pasal tertentu. Padahal fakta-fakta persidangan menunjukkan adanya hal-hal yang berbeda dari yang didakwakan," ujarnya.
Ia juga menilai bahwa Majelis Hakim belum sepenuhnya mempertimbangkan fakta persidangan secara menyeluruh, terutama terkait kronologi kejadian dan peran masing-masing terdakwa.
Menurutnya, kedua terdakwa tidak memiliki niat untuk melakukan kekerasan sebagaimana yang digambarkan dalam dakwaan.
"Klien kami tidak memiliki niat jahat (mens rea) seperti yang dituduhkan. Peristiwa yang terjadi lebih pada situasi spontan, bukan tindakan yang direncanakan," tegasnya.
Selain itu, kuasa hukum menyoroti kondisi pribadi para terdakwa yang dinilai seharusnya menjadi pertimbangan utama. Kedua terdakwa diketahui belum pernah tersangkut perkara hukum sebelumnya, serta memiliki tanggung jawab besar terhadap keluarga.
"Ini adalah pertama kalinya mereka berhadapan dengan hukum. Salah satu terdakwa bahkan menjadi tulang punggung keluarga. Aspek kemanusiaan seperti ini seharusnya menjadi pertimbangan penting," tambah Arifin.
Lebih lanjut, kuasa hukum juga menyinggung perkara lain yang dinilai memiliki kemiripan, yakni kasus Mayasari Harahap, seorang pedagang sayur yang sedang hamil, yang turut divonis 10 bulan penjara.
Padahal, menurut mereka, Mayasari hanya berupaya melerai perkelahian yang melibatkan suaminya.
"Dalam kasus Mayasari, yang bersangkutan justru berusaha melerai, bukan melakukan kekerasan. Bahkan dalam kondisi sedang hamil, ia tetap dijatuhi hukuman yang sama. Ini tentu menjadi catatan serius bagi rasa keadilan," ungkap Salman.
Padahal, dalam fakta persidangan dari Saksi Ahli Medisdr. EriksonSaragih menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan medis terhadap pelapor hanya menemukan dua luka, yakni pada pipi kanan dan leher bagian belakang.
Artinya, ungkap Salman, Mayasari tidak melakukan cakaran atau pukulan dibelakang yang dilakukan ileh kliennya seperti yang disebutkan dalam dakwaan di persidangan.
Dalam hal ini pihak kuasa hukum menilai, fakta-fakta tersebut menunjukkan perlunya kehati-hatian dalam menilai peran seseorang dalam suatu peristiwa pidana, agar tidak terjadi kekeliruan dalam menjatuhkan hukuman.
Atas dasar itu, mereka menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum lanjutan, termasuk mengajukan banding, guna memperjuangkan keadilan bagi para terdakwa.
"Kami masih mempelajari secara menyeluruh putusan ini. Namun yang jelas, kami akan menempuh upaya hukum lanjutan demi keadilan bagi klien kami," tutup Salman. (JN-Irul)
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Padangsidimpuan memanen 200 kilogram kangkung dari kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) di seki
Daerah
Wali Kota Medan, Rico Waas, secara resmi melantik Antonius Devolis Tumanggor sebagai Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani
Politik
P.SIDIMPUAN Jelajahnews.id Kantor Pertanahan Kota Padangsidimpuan mendorong percepatan layanan peralihan hak atas tanah melalui sistem
Daerah
Tim kuasa hukum Sarah Sagala menyoroti sejumlah kejanggalan dalam perkara sengketa tanah yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri
Hukrim
Rekaman suara yang dinarasikan sebagai percakapan Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan terkait persoalan perambahan hutan beredar di media
Daerah
Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Padangsidimpuan memperkuat sinergi dengan Kepolisian Resor (Polres) Padangsidimpuan dalam mendukung pelayana
Daerah
Baru hitungan minggu menduduki kursi Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi UMKM Tapanuli Selatan, Nur Aini Dewi sudah menunjukan sikap yang
Daerah
P.SIDIMPUAN Jelajahnews.id PT Agincourt Resources (PTAR) menjadikan edukasi generasi muda sebagai salah satu langkah untuk menumbuhkan ke
Daerah
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa kepemimpinan tidak sekadar soal jabatan atau jenjang karier, melainkan tercermin
Daerah
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk segera menindaklanjuti hasil res
Daerah