Rabu, 11 Februari 2026 WIB

Di Balik Longsor Batu Bola, DLH Ungkap Peran Tanah Labil dan Getaran Alat Berat

editor - Senin, 09 Februari 2026 20:34 WIB
Di Balik Longsor Batu Bola, DLH Ungkap Peran Tanah Labil dan Getaran Alat Berat

P.SIDIMPUAN | Jelajahnews.id -Peristiwa longsor material tanah bercampur sampah yang dikaitkan dengan TPABatu Bola, Kecamatan Batunadua, Sabtu (7/2/2026), dipastikan tidak terjadi di lahan milik TPA Pemko Padangsidimpuan.

Baca Juga:

Hal itu ditegaskan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padangsidimpuan, Ir. Armin Siregar, melalui Kepala Bidang Persampahan DLH, Muktar Arifin Harahap.

Muktar menjelaskan, titik longsor berada di lahan warga yang berjarak lebih dari 100 meter dari area operasional pengelolaan sampah.

Material sampah yang terbawa longsor disebut merupakan timbunan lama akibat peristiwa serupa pada tahun 2008, bukan berasal dari aktivitas pengelolaan TPA saat ini.

Ia menambahkan, kondisi tanah di kawasan tersebut tergolong labil dan rawan pergerakan, sehingga faktor alam diduga menjadi pemicu utama.

Selain itu, getaran alat berat dalam pengerjaan saluran irigasi Ujung Gurap disebut turut mempercepat terjadinya longsor.

Meski lokasi berada di luar area TPA, DLH menyatakan tetap melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan dampak lingkungan yang timbul.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap terkendali serta mendukung proses pemulihan fasilitas yang terdampak.

Seperti diketahui, peristiwa longsor sebelumnya dilaporkan berdampak pada aliran sungai yang digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari, serta menyebabkan kerusakan pipa PDAM Tirta Ayumi dan saluran irigasi Ujung Gurap.

Kondisi tersebut sempat mengganggu pasokan air bersih dan aktivitas pertanian masyarakat di sejumlah wilayah Kecamatan Batunadua.

Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna mempercepat pemulihan dampak sekaligus mengantisipasi potensi kejadian serupa di kawasan dengan karakter tanah rawan longsor. (P. Harahap)

Editor
: Irul Daulay
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru