Sabtu, 29 November 2025 WIB

BI dan Pemda Sumut Kolaborasi Kembangkan Klaster Padi untuk Perkuat Ketahanan Pangan

editor - Rabu, 15 Oktober 2025 21:20 WIB
BI dan Pemda Sumut Kolaborasi Kembangkan Klaster Padi untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Wakil Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakt

LANGKAT -Semangat kolaborasi menjadi pendorong utama dalam memperkuat ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi pangan di Sumatera Utara melalui program pengembangan klaster padi. Program ini diawali dengan kegiatan tanam bersama bertajuk "Kick Off Pengembangan Klaster Padi Gapoktan Oryza Sativa Kabupaten Deli Serdang dan Gapoktan Mulia Tani Kabupaten Langkat".

Inisiatif tersebut merupakan hasil sinergi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang, dan Pemkab Langkat. Kegiatan tanam bersama ini menjadi langkah konkret Bank Indonesia dalam memperkuat kemandirian dan daya saing sektor pertanian di daerah sentra produksi beras, sekaligus menjawab tantangan produktivitas serta stabilitas pasokan pangan.

Wakil Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi tersebut.

Baca Juga:
"Program yang baik ini menjadi kesempatan penerapan teknologi pertanian yang mampu meningkatkan hasil panen, efisiensi usaha, serta kesejahteraan para petani," ujarnya.

Program pengembangan klaster pangan ini dirancang untuk berjalan multiyears selama lima tahun ke depan dan mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan produktivitas melalui pertanian cerdas (smart farming) dan digitalisasi, hingga penguatan kelembagaan usaha serta hilirisasi melalui inovasi produk turunan bernilai tambah. Diharapkan, kelompok tani yang terlibat dapat "naik kelas" menjadi klaster pangan mandiri dan berkelanjutan, serta menjadi percontohan bagi daerah lain.

Bupati Deli Serdang H. Asri Ludin Tambunan menegaskan pentingnya kesiapan petani menghadapi era transformasi pertanian modern.

"Petani harus siap dengan segala perubahan dan transformasi. Pemerintah daerah berkomitmen untuk berkolaborasi mendukung keberhasilan program ini dalam meningkatkan produktivitas, khususnya di Deli Serdang sebagai sentra padi untuk mendukung ketahanan pangan," tegasnya.

Sejalan dengan itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Rudy Brando Hutabarat menuturkan bahwa program ini merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Indonesia dalam mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan guna mendukung Program Asta Cita Pemerintah.

"Kami akan terus berkomitmen meningkatkan produktivitas petani dan efisiensi pertanian melalui teknologi digital farming. Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengawal keberlanjutan klaster padi melalui penguatan peran Petugas Penyuluh Lapangan (PPL)," ujarnya.

Selain itu, Bank Indonesia juga meningkatkan kapasitas petani melalui pendampingan intensif terkait praktik pertanian terbaik (Best Agricultural Practice) serta penguatan sarana dan prasarana pertanian dengan fokus pada tiga pilar utama:

Digitalisasi, melalui penerapan pertanian digital dan presisi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Manajemen usaha, dengan membangun ekosistem usaha tani yang profesional, tangguh, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan petani.

Hilirisasi, melalui inovasi produk turunan yang berkualitas dan memiliki daya saing di pasar nasional maupun global.

Dengan semangat inovasi dan kolaborasi lintas sektor, kegiatan tanam padi bersama ini menjadi langkah awal menuju pertanian modern yang digital, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Sumatera Utara sebagai lumbung pangan nasional.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru