Sejalan dengan itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Rudy Brando Hutabarat menuturkan bahwa program ini merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Indonesia dalam mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan guna mendukung Program Asta Cita Pemerintah.
"Kami akan terus berkomitmen meningkatkan produktivitas petani dan efisiensi pertanian melalui teknologi digital farming. Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengawal keberlanjutan klaster padi melalui penguatan peran Petugas Penyuluh Lapangan (PPL)," ujarnya.
Selain itu, Bank Indonesia juga meningkatkan kapasitas petani melalui pendampingan intensif terkait praktik pertanian terbaik (Best Agricultural Practice) serta penguatan sarana dan prasarana pertanian dengan fokus pada tiga pilar utama:
Digitalisasi, melalui penerapan pertanian digital dan presisi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
Manajemen usaha, dengan membangun ekosistem usaha tani yang profesional, tangguh, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan petani.
Hilirisasi, melalui inovasi produk turunan yang berkualitas dan memiliki daya saing di pasar nasional maupun global.