Bangun Parit Sawah, Satgas TMMD Ke-127 dan Warga Kompak Lansir Batu
Semangat gotong royong mewarnai pelaksanaan program TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapanuli Selatan di Kelurahan Sangkunur, Kecamatan Angkola Sangku
Ragam
TAPSEL | Jelajahnews.id - Kepolisian Resor Tapanuli Selatan (Polres Tapsel) akhirnya membeberkan secara rinci kronologi dugaan pencabulan yang menyeret pimpinan pesantren berinisial MN (64), dalam konferensi pers resmi yang digelar Jumat (08/08/2025).
Kapolres Tapsel AKBP Yon Edi Winara, S.H., S.I.K., M.H. memimpin langsung konferensi pers terkait penetapan tersangka kasus dugaan pencabulan yang melibatkan pimpinan pesantren berinisial MN.
Ia didampingi oleh Wakapolres Kompol Muslim Amin, Kabag Ops AKP Jasama Sidabutar, SH, Kasi Propam Ipda M. Hutabarat, SH, Kasat Reskrim, serta Kasi Humas Ipda Amalisa Nofriyanti Siregar.
Baca Juga:
Kronologi Mengerikan: Terjadi Berulang Sejak 2021
AKBP Yon mengungkap, perbuatan bejat ini pertama kali terjadi pada awal Juli 2021. Saat itu korban, santriwati yang masih berusia remaja, tengah mencuci piring di rumah pelaku yang berada dalam area Pondok Pesantren Syekh Ahmad Basyir.
MN diduga menyeret korban ke kamar mandi dan melakukan tindakan kekerasan seksual. Ironisnya, peristiwa serupa terjadi berulang di berbagai lokasi, dapur, asrama laki-laki, ruang tamu, bahkan di dalam mobil.
Dalam salah satu kejadian, MN memberikan uang sebesar Rp150.000 kepada korban sambil mengancam agar tidak menceritakan kejadian itu kepada siapa pun.
Korban akhirnya menceritakan semua yang dialaminya kepada sang ibu, yang kemudian melapor ke Polres Tapsel pada 31 Juli 2025.
Kasus ini viral setelah warganet menjulukinya "Si Walid dari Tapsel", merujuk pada film Malaysia tentang ustaz predator.

Komitmen Polisi, Proses Hukum Tegas dan Transparan
"Setelah penyelidikan dan pengumpulan bukti, kami resmi menetapkan MN sebagai tersangka. Penahanan dilakukan untuk kelancaran proses penyidikan," tegas Kapolres.
Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 81 dan 82 UU No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman 15 tahun penjara dan denda hingga Rp5 miliar. Karena statusnya sebagai pendidik, ancaman pidana dapat diperberat sepertiga.
Semangat gotong royong mewarnai pelaksanaan program TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapanuli Selatan di Kelurahan Sangkunur, Kecamatan Angkola Sangku
Ragam
Kopda Ibrahim Pasaribu turun langsung membantu warga mengumpulkan dan mengangkut kayu bakar dari lahan bekas penumbangan pohon karet,
Ragam
Semangat kebersamaan kembali terlihat di lokasi program TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapanuli Selatan
Ragam
Suasana kebersamaan terasa hangat di tengah misi pengabdian Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapanuli Selatan.
Ragam
Pengelolaan dana APBN bernilai miliaran rupiah di sebuah Madrasah di Kabupaten Tapanuli Selatan diselimuti dugaan mark up anggaran dan lapor
Daerah
Personel Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel, Serka Matondang dan Serda Harianja, mempercepat pemasangan instalasi listrik pada program reh
Ragam
Kali ini, Pratu Abadi Sentosa HSB membantu pemupukan padi milik warga di Lingkungan I, Kelurahan Sangkunur, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kab
Ragam
Personel Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel, Kopda Dermawan, melaksanakan aksi sosial dengan membantu membersihkan tanaman milik warga.
Ragam
P.SIDIMPUAN Jelajahnews.id Petugas Lapas Padangsidimpuan melakukan pemeriksaan badan dan barang warga binaan sebagai langkah preventif m
Daerah
Penyidik Satreskrim Polres Tapanuli Selatan memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur, dengan tiga tersangka telah diamankan dan tiga
Daerah