Sabtu, 30 Agustus 2025 WIB

Pemkab Samosir Susun Rencana Aksi Pangan dan Gizi 2025–2029, Tekankan Kolaborasi dan Validitas Data

admin - Kamis, 10 Juli 2025 11:05 WIB
Pemkab Samosir Susun Rencana Aksi Pangan dan Gizi 2025–2029, Tekankan Kolaborasi dan Validitas Data
Pemerintah Kabupaten Samosir menggelar Rapat Penyusunan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) Tahun 2025–2029, yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Samosir, Rabu (10/07/2025).

SAMOSIR -Pemerintah Kabupaten Samosir menggelar Rapat Penyusunan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) Tahun 2025–2029, yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Samosir, Rabu (10/07/2025). Rapat ini menjadi langkah awal dalam membangun ketahanan pangan dan gizi yang berkelanjutan demi menghasilkan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.

Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Marudut Tua Sitinjak, memberikan penekanan penting dalam forum tersebut. Ia menegaskan bahwa RAD-PG tidak boleh berhenti sebatas dokumen administratif.

"Semua informasi dari OPD memang bagus, tapi jangan hanya berhenti di atas kertas. Harus ada data yang akurat dan valid. Ini butuh keseriusan dari kita semua," tegas Marudut.

Ia juga meminta agar indikator-indikator sesuai tugas masing-masing OPD segera ditindaklanjuti dan dicantumkan dalam profil desa, termasuk aspek pangan aman.

Menurut Marudut, ketahanan pangan dan gizi yang baik akan melahirkan generasi unggul. Ia pun menggarisbawahi pentingnya dukungan terhadap visi astacita Presiden Prabowo-Gibran yang menempatkan kemandirian pangan sebagai fokus utama pembangunan nasional.

Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Kunci

Asisten II Setdakab Samosir, Hotraja Sitanggang, menegaskan bahwa ketersediaan pangan yang cukup dan bergizi seimbang sangat memengaruhi kesehatan masyarakat, produktivitas kerja, dan kualitas SDM.

"Pemerintah daerah berkomitmen mewujudkan ketahanan pangan dan gizi yang berkelanjutan. Maka, potensi pangan lokal perlu dioptimalkan melalui kolaborasi lintas sektor," ujarnya.

Kepala Bappeda Litbang, Rajoki Simarmata, menyampaikan bahwa RAD-PG harus masuk dalam usulan prioritas di setiap Musrenbang desa dan kecamatan, karena dokumen ini sejalan dengan RPJMD Samosir dan merupakan bagian integral dari RPJMN.

"Negara yang kuat tidak hanya diukur dari kekuatan militer, tetapi juga dari pengelolaan pangan yang baik dan berkelanjutan," ujar Rajoki.

Ia menyebut bahwa dari 11 langkah teknis penyusunan RAD-PG, tahap berikutnya adalah pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) yang akan mendalami aspek teknis penyusunan dokumen.

Kepala Loka POM Kabupaten Toba, Tumiur Gultom, mengapresiasi keterlibatan lembaganya dalam proses penyusunan RAD-PG Kabupaten Samosir. Ia menyampaikan bahwa BPOM menargetkan semua kabupaten/kota di Indonesia menjadi wilayah aman pangan.

"Kami bangga dilibatkan. Ini langkah kolaboratif untuk mewujudkan sistem pengawasan pangan yang efektif. Kabupaten Samosir bisa menjadi daerah aman pangan dengan pemberdayaan masyarakat di sektor desa, sekolah, dan pasar," ungkap Tumiur.

Ia juga berharap adanya replikasi dan keberlanjutan program pangan aman agar semua wilayah di Kabupaten Samosir dapat terjangkau oleh intervensi tersebut.(jns)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru