Aksi Sigap Tim Medis TMMD, Warga Sangkunur Tertolong Usai Tertusuk Duri Sawit
Tim medis Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel sigap menolong warga yang terluka tertusuk duri sawit di kebunnya.
Ragam
Andi menjelaskan, pendaftaran tanah ulayat merupakan sinergi antara hukum adat dan hukum pertanahan nasional. Langkah ini memberi pengakuan formal sekaligus kepastian hukum agar aset masyarakat adat terlindungi dari konflik dan klaim pihak lain.
Baca Juga:
"Manfaatnya jelas, tanah ulayat tidak hanya diakui secara adat, tetapi juga secara hukum negara. Nilainya bukan sekadar ekonomi, melainkan juga sosial, budaya, dan spiritual," tegasnya.
NTT Jadi Sasaran Utama
Provinsi NTT termasuk dalam delapan provinsi sasaran program tanah ulayat 2025. Di Kabupaten Manggarai, Masyarakat Hukum Adat Niang Todo di Desa Todo telah memiliki tanah ulayat seluas 2 hektare dengan status clear and clean.
Di Kabupaten Ngada, terdapat tiga masyarakat hukum adat dengan total lebih dari 113 hektare tanah siap didaftarkan, sedangkan di Kabupaten Nagekeo ada sembilan bidang tanah ulayat dengan luas hampir 196 hektare.
Dukungan Pemerintah Daerah
Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, menyambut baik program ini. Ia menekankan pentingnya sosialisasi agar pemahaman masyarakat hukum adat semakin merata.
"Jangan berpikir program ini hanya untuk Kota Ruteng atau Todo. Nantinya akan diperluas ke wilayah lain, tergantung kesadaran masyarakat hukum adat," katanya.
Didukung Bank Dunia
Program pendaftaran tanah ulayat ini merupakan bagian dari Integrated Land Administration and Spatial Planning Project (ILASPP), hasil kerja sama ATR/BPN dengan Bank Dunia. Pada 2025, ILASPP dilaksanakan di delapan provinsi, termasuk TTS, Manggarai, dan Sumba Timur.
Selain sosialisasi, ATR/BPN juga menyerahkan 200 sertipikat hasil Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada masyarakat Manggarai. Penyerahan dilakukan simbolis oleh Bupati Manggarai, didampingi Andi Tenri Abeng dan Kepala Bidang Survei dan Pemetaan Kanwil BPN NTT, Agung Sucahyono.
Kegiatan sosialisasi turut menghadirkan Kepala Subdirektorat Pendaftaran Tanah Ulayat dan Tanah Komunal, Setyo Anggraini, Program Manager Project Management Unit ILASPP, M. Sigit Widodo, serta Senior National Policy Manager-Landesa Indonesia, Rino Subagyo.
Selain itu, hadir juga Direktur Fasilitasi Lembaga Kemasyarakatan dan Adat Desa Kemendagri, Nitta Rosalin Marbun, serta sejumlah Kepala Kantor Pertanahan se-Pulau Flores yang mengikuti kegiatan secara daring. (JN-TIM)
Tim medis Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel sigap menolong warga yang terluka tertusuk duri sawit di kebunnya.
Ragam
TAPSEL Jelajahnews.id Kehadiran Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel di Kelurahan Sangkunur tidak hanya fokus pada pembangunan infrastru
Ragam
TAPSEL Jelajahnews.id Nuansa kebersamaan terlihat di lahan pertanian warga Kelurahan Sangkunur, Kecamatan Angkola Sangkunur, Sabtu (28/0
Ragam
Di bawah terik siang dan tanah yang masih lembap, Danramil 19/Siais Kapten Inf H. Sirait terlihat tak sekadar memberi arahan.
Ragam
Bapak Herianto Siregar warga Kelurahan Sangkunur, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan
Ragam
Kopda Ibrahim Dalimunthe bersama rekannya turun langsung membantu panen daun bawang prei milik Ibu Aniyah di Kelurahan Sangkunur, Kecamatan
Ragam
Upaya bersembunyi di balik pintu kamar mandi tak menyelamatkan seorang pria dari penggerebekan petugas
Daerah
Semangat gotong royong mewarnai pelaksanaan program TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapanuli Selatan di Kelurahan Sangkunur, Kecamatan Angkola Sangku
Ragam
Kopda Ibrahim Pasaribu turun langsung membantu warga mengumpulkan dan mengangkut kayu bakar dari lahan bekas penumbangan pohon karet,
Ragam
Semangat kebersamaan kembali terlihat di lokasi program TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapanuli Selatan
Ragam