Rabu, 14 Oktober 2026 WIB

Bobby Nasution Tawarkan Investasi Jepang di Sumut, Potensi Lobster Kepulauan Nias Jadi Sorotan

editor - Jumat, 09 Oktober 2026 13:59 WIB
Bobby Nasution Tawarkan Investasi Jepang di Sumut, Potensi Lobster Kepulauan Nias Jadi Sorotan
Bobby saat menerima audiensi Konsul Jenderal Jepang untuk Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Furugori Toru, di ruang kerja Gubernur Sumut, Jumat (9/10/2026).

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menawarkan sejumlah peluang kerja sama investasi kepada Jepang, meliputi pengembangan sumber daya manusia (SDM), sektor kelautan dan perikanan, serta pariwisata. Potensi hasil laut dari Kepulauan Nias, khususnya lobster, menjadi salah satu sektor yang diharapkan dapat dikembangkan untuk memperluas peluang perdagangan dan meningkatkan perekonomian daerah.

Tawaran tersebut disampaikan Bobby saat menerima audiensi Konsul Jenderal Jepang untuk Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Furugori Toru, di ruang kerja Gubernur Sumut, Jumat (9/10/2026). Pertemuan itu turut membahas peluang penguatan hubungan kerja sama kedua pihak, termasuk peningkatan kualitas tenaga kerja dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pembangunan daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Bobby mengatakan Pemprov Sumut terus berupaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja agar mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja Jepang. Upaya ini diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat Sumut untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke Indonesia.

Baca Juga:
"Kami berharap kerja sama untuk pengembangan SDM bisa terus meningkat seiring dengan kebutuhan dari Negara Jepang, dimana Sumatera Utara terus mengembangkan potensi atau meningkatkan kemampuan pekerja kita. Dan bagaimana langkah ini juga menjadi prioritas bagi Jepang," ungkap Bobby.

Selain pengembangan SDM, Bobby menilai sektor kelautan dan perikanan memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui kerja sama dengan Jepang. Kepulauan Nias menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena potensi hasil lautnya dinilai dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional.

Salah satu komoditas yang disoroti adalah lobster. Bobby berharap potensi perikanan tersebut dapat dikembangkan secara lebih optimal melalui pembahasan langsung di lapangan, sehingga peluang usaha dan investasi dapat diidentifikasi secara lebih konkret.

"Karena itu, jika memungkinkan, kita bisa berdiskusi langsung di lapangan untuk melihat bagaimana potensi yang ada di sana. Karena program prioritas kami di Sumatera Utara salah satunya adalah hasil laut dan perikanan. Bagaimana ini bisa menjadi besar," kata Bobby.

Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Satu Pintu (DPMPTSP) Nurbaiti Harahap, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) Deddy JP Harahap, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Erwin Hotmansah Harahap, serta sejumlah pejabat lainnya.

Sementara itu, Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru, mengapresiasi upaya pembangunan yang dilakukan Pemprov Sumut. Ia menyebut sejumlah bidang yang menjadi perhatian Jepang di Sumut meliputi pengembangan SDM, lingkungan, sumber daya energi, dan teknologi pertanian.

Menurut Furugori, pengalaman warga Indonesia yang bekerja di Jepang dapat menjadi modal untuk meningkatkan keterampilan dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh setelah kembali ke Tanah Air. Selain itu, Jepang memiliki teknologi pengolahan limbah industri dan teknologi pertanian yang berpotensi mendukung pengelolaan lingkungan serta meningkatkan produktivitas.

"Untuk pengembangan SDM, warga Indonesia yang bekerja di Jepang bisa membawa pengalamannya bekerja untuk bisa diterapkan di Indonesia. Juga ada teknologi pengolahan limbah industri. Termasuk teknologi pertanian sehingga bisa meningkatkan produksi," ujar Furugori.

Furugori juga menyampaikan bahwa masa tugasnya di Sumut akan segera berakhir dan dirinya akan kembali ke Jepang. Meski demikian, ia berkomitmen menyampaikan berbagai peluang kerja sama yang telah dibahas kepada pejabat yang akan menggantikannya. Potensi investasi di Sumut juga akan menjadi bahan pembahasan dalam pertemuan di Kedutaan Jepang di Jakarta.

"Saya akan sampaikan ini kepada penerus nantinya yang akan menggantikan saya. Agar kerja sama yang telah terjalin selama ini, bisa ditingkatkan lagi. Saya juga sudah merasakan nikmatnya berada di Sumatera Utara dengan kulinernya yang sangat enak. Saya mohon izin kembali ke Jepang. Selanjutnya penerus saya akan melanjutkan apa yang sudah kita bahas di sini," ungkap Furugori saat berpamitan kepada Bobby.

Pada akhir pertemuan, Bobby menyerahkan cendera mata kepada Furugori sebagai ungkapan terima kasih sekaligus tanda perpisahan menjelang berakhirnya masa tugasnya di Sumut.(jns)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru