Senin, 28 September 2026 WIB

Tutup PKN Tingkat II Angkatan XII, Wagub Sumut Tekankan Kepemimpinan Adaptif dan Integritas

editor - Jumat, 25 September 2026 23:56 WIB
Tutup PKN Tingkat II Angkatan XII,  Wagub Sumut Tekankan Kepemimpinan Adaptif dan Integritas
Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya secara resmi menutup Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Kota Medan, Jumat (25/9/2026).

MEDAN - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif, berintegritas, dan mampu menghasilkan perubahan nyata bagi organisasi serta masyarakat. Menurutnya, keberhasilan mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II tidak berhenti pada kelulusan, tetapi harus diwujudkan melalui implementasi gagasan di instansi masing-masing.

Pesan tersebut disampaikan Surya saat menutup PKN Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 di Aula Raja Inal Siregar, Jalan Diponegoro No. 30, Medan, Jumat (25/9/2026). "Keberhasilan PKN Tingkat II tidak diukur dari sertifikat kelulusan yang diterima hari ini, melainkan dari sejauh mana gagasan tersebut benar-benar diimplementasikan dan memberikan dampak yang dirasakan masyarakat," ujar Surya.

Dalam kesempatan tersebut, Surya juga membagikan refleksi mengenai pentingnya integritas bagi seorang pejabat publik. Mengutip pengalamannya saat mengikuti pembekalan kepemimpinan bersama KPK dan LAN, ia menyebut pemahaman teknis pemerintahan hanya merupakan sebagian kecil dari kunci keberhasilan kepemimpinan, sedangkan bagian terbesarnya menyentuh hati nurani (kalbu).

Baca Juga:
"Integritas itu jujur, dan jujur itu identik dengan baik, baik dalam perilaku maupun perbuatan yang tidak melanggar ketentuan peraturan. Integritas adalah ukuran yang harus terus kita pertahankan," tegasnya.

Menurut Surya, kepemimpinan yang memiliki integritas akan menjadi fondasi penting dalam menjalankan tugas pemerintahan. Karena itu, para alumni PKN Tingkat II diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan di lingkungan kerja masing-masing.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN LAN RI Erna Irawati memaparkan empat kompetensi kunci kepemimpinan, yakni mengelola diri sendiri, mengelola orang lain, mengelola kinerja, dan mengelola perubahan.

Erna menekankan bahwa di tengah dinamika perubahan yang berlangsung cepat, tantangan birokrasi tidak hanya berkaitan dengan transformasi digital, tetapi juga kesiapan menghadapi krisis. Karena itu, pemimpin dituntut untuk terus belajar (continuous learning).

Halaman:
Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru