Antonius Tumanggor Serap Aspirasi Warga Helvetia, Banjir dan Kenaikan PBB Jadi Sorotan
Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Tumanggor, S. Sos menggelar kegiatan reses VI menyerap aspirasi masyarakat di Jalan Palem Raya, Kecamatan
Politik
P.SIDIMPUAN | Jelajahnews.id - Isu dugaan temuan pecahan kaca dalam menu risol program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Angkola Julu kini berkembang menjadi polemik terbuka.
Baca Juga:
Dua narasumber kunci, Kepala SPPG dan Kepala SMKS Harapan Padangsidempuan, menyampaikan pernyataan yang sama-sama menenangkan, namun menyisakan perbedaan penekanan yang memantik tanda tanya publik.
Informasi awal menyebutkan, seorang guru berinisial GS menemukan serpihan benda tajam menyerupai kaca dalam paket makanan MBG.
Temuan itu disebut terjadi sekitar akhir Februari 2026, dan sempat memicu kekhawatiran karena sebagian makanan diduga telah dikonsumsi siswa dan guru.
Koordinator SPPG Kota Padangsidimpuan, Dian Simanjuntak, bahkan mengakui pihaknya turun langsung ke sekolah.
"Kami mendatangi sekolah, meminta maaf, dan memastikan apakah ini kesalahan dari SPPG atau ada faktor lain," ujarnya kepada awak media pada Selasa (21/04/26).
Namun, Kepala SPPG Kecamatan Angkola Julu, Diki Siagian, justru menegaskan bahwa hasil pemeriksaan di lapangan tidak menemukan bukti adanya pecahan kaca.
"Setelah kami cek sampel bersama tim, tidak ditemukan adanya pecahan kaca seperti yang dilaporkan," tegas Diki.
Ia menyebut laporan memang sempat diterima dari salah satu SMA saat bulan Ramadan, sekitar tanggal 27. Tapi hasil investigasi internal dinyatakan negatif.
Pihaknya pun mengklaim telah menjalankan langkah cepat dengan mendatangi sekolah dan melakukan koordinasi.
Namun di sisi lain, Diki juga mengakui bahwa pihaknya sempat menerima informasi adanya dugaan serpihan kaca dalam risol MBG. Hanya saja, temuan tersebut tidak dilaporkan ke pihak berwajib.
Ia menyebut, langkah yang diambil justru berupa kesepakatan dengan mitra MBG, termasuk pihak sekolah, agar persoalan tersebut tidak berlanjut.
Pernyataan ini memunculkan pertanyaan publik terkait profesionalisme pengawasan SPPG, khususnya dalam menjalankan petunjuk teknis (juknis) apabila ditemukan dugaan kontaminasi makanan yang berpotensi membahayakan.
Di sisi lain, Kepala SMKS Harapan Padangsidempuan, Muhammad Rasidin Siregar, tidak secara tegas membenarkan adanya pecahan kaca, namun memastikan tidak ada dampak yang ditimbulkan.
"Berdasarkan hasil pemantauan dan klarifikasi di lapangan, tidak ditemukan adanya permasalahan maupun korban akibat mengonsumsi makanan MBG," ujarnya.
Pernyataan ini seolah berada di tengah tidak mengonfirmasi secara tegas keberadaan kaca, namun juga tidak menutup kemungkinan adanya laporan awal dari internal sekolah.
Rasidin juga menyoroti pentingnya jalur resmi dalam menyikapi isu tersebut. Ia meminta agar Dinas Kesehatan turun tangan dan mengeluarkan pernyataan tertulis.
"Jika memang ada laporan, seharusnya Dinas Kesehatan yang mengeluarkan pernyataan resmi agar tidak menimbulkan simpang siur," tegasnya.
Sementara itu, di lapangan, informasi yang beredar justru lebih "panas". Disebutkan bahwa guru GS sempat mengumpulkan beberapa paket makanan dari siswa untuk diperiksa lebih lanjut setelah menemukan benda mencurigakan dalam risol.
Isu lain yang ikut mencuat adalah dugaan pemberhentian sejumlah relawan dapur MBG pascakejadian. Kabar yang beredar menyebutkan ada hingga lima orang yang diberhentikan secara mendadak.
Namun lagi-lagi, Diki Siagian membantah keras keterkaitan tersebut.
"Tidak ada pemecatan karena kasus ini. Evaluasi relawan murni berdasarkan juknis mulai dari usia, kelengkapan administrasi hingga kinerja. Ada yang tidak punya ijazah atau tidak melengkapi berkas," jelasnya.
Menurutnya, istilah "pemecatan" tidak tepat, karena relawan yang tidak memenuhi syarat otomatis tidak dapat dilibatkan lagi.
Di satu sisi, pihak SPPG menyatakan tidak ada bukti kaca, namun mengakui adanya informasi awal yang tidak dilaporkan secara hukum dan diselesaikan secara internal.
Di sisi lain, pihak sekolah mengakui adanya laporan internal, namun memilih menunggu validasi resmi dari otoritas kesehatan.
Meski kedua pihak sepakat bahwa tidak ada korban, publik tetap dihadapkan pada satu pertanyaan besar: apakah ini hanya kesalahpahaman yang dibesar-besarkan, atau ada fakta yang belum sepenuhnya terungkap?.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Kesehatan yang benar-benar mengunci polemik ini. (JN-Irul)
Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Tumanggor, S. Sos menggelar kegiatan reses VI menyerap aspirasi masyarakat di Jalan Palem Raya, Kecamatan
Politik
PT Agincourt Resources kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan di Kabupaten Tapanuli Selatan dengan menyalurkan Beasiswa M
Daerah
Menjelang pelaksanaan Salat Jumat, suasana di Jalan Sudirman, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, tampak berbeda dari biasanya.
Daerah
Komitmen menghadirkan kepastian hukum bagi aset keagamaan terus diperkuat Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Padangsidimpuan.
Daerah
Upaya dugaan pengiriman narkotika jenis sabu dan pil ekstasi dari Kota Tanjungbalai menuju Kota Padangsidimpuan berhasil digagalkan Satuan R
Daerah
Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Padangsidimpuan terus mengoptimalkan pelaksanaan Program Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Daerah
Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Padangsidimpuan terus memperkuat komitmennya dalam memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah bagi ma
Daerah
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval N.G. Desky, S.H., S.I.K., M.H. menerima kunjungan silaturahmi Komandan Batalyon (Danyon) C Brimob Polda
Daerah
Komitmen memberikan kepastian hukum terhadap aset wakaf terus diperkuat Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Padangsidimpuan.
Daerah
Proyek Pembangunan/Rehabilitasi Jaringan Irigasi Saba Julu Lobu Layan Sigordang, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel
Daerah