PTSL 2026 Jadi Fokus BPN Tapsel Lindungi Hak Tanah Masyarakat
Kantor Pertanahan Kabupaten Tapanuli Selatan terus mendorong percepatan legalisasi aset masyarakat melalui Program Pendaftaran Tanah Sistema
Daerah
P.SIDIMPUAN | Jelajahnews.id - Isu dugaan temuan pecahan kaca dalam menu risol program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Angkola Julu kini berkembang menjadi polemik terbuka.
Baca Juga:
Dua narasumber kunci, Kepala SPPG dan Kepala SMKS Harapan Padangsidempuan, menyampaikan pernyataan yang sama-sama menenangkan, namun menyisakan perbedaan penekanan yang memantik tanda tanya publik.
Informasi awal menyebutkan, seorang guru berinisial GS menemukan serpihan benda tajam menyerupai kaca dalam paket makanan MBG.
Temuan itu disebut terjadi sekitar akhir Februari 2026, dan sempat memicu kekhawatiran karena sebagian makanan diduga telah dikonsumsi siswa dan guru.
Koordinator SPPG Kota Padangsidimpuan, Dian Simanjuntak, bahkan mengakui pihaknya turun langsung ke sekolah.
"Kami mendatangi sekolah, meminta maaf, dan memastikan apakah ini kesalahan dari SPPG atau ada faktor lain," ujarnya kepada awak media pada Selasa (21/04/26).
Namun, Kepala SPPG Kecamatan Angkola Julu, Diki Siagian, justru menegaskan bahwa hasil pemeriksaan di lapangan tidak menemukan bukti adanya pecahan kaca.
"Setelah kami cek sampel bersama tim, tidak ditemukan adanya pecahan kaca seperti yang dilaporkan," tegas Diki.
Ia menyebut laporan memang sempat diterima dari salah satu SMA saat bulan Ramadan, sekitar tanggal 27. Tapi hasil investigasi internal dinyatakan negatif.
Pihaknya pun mengklaim telah menjalankan langkah cepat dengan mendatangi sekolah dan melakukan koordinasi.
Namun di sisi lain, Diki juga mengakui bahwa pihaknya sempat menerima informasi adanya dugaan serpihan kaca dalam risol MBG. Hanya saja, temuan tersebut tidak dilaporkan ke pihak berwajib.
Ia menyebut, langkah yang diambil justru berupa kesepakatan dengan mitra MBG, termasuk pihak sekolah, agar persoalan tersebut tidak berlanjut.
Pernyataan ini memunculkan pertanyaan publik terkait profesionalisme pengawasan SPPG, khususnya dalam menjalankan petunjuk teknis (juknis) apabila ditemukan dugaan kontaminasi makanan yang berpotensi membahayakan.
Di sisi lain, Kepala SMKS Harapan Padangsidempuan, Muhammad Rasidin Siregar, tidak secara tegas membenarkan adanya pecahan kaca, namun memastikan tidak ada dampak yang ditimbulkan.
"Berdasarkan hasil pemantauan dan klarifikasi di lapangan, tidak ditemukan adanya permasalahan maupun korban akibat mengonsumsi makanan MBG," ujarnya.
Pernyataan ini seolah berada di tengah tidak mengonfirmasi secara tegas keberadaan kaca, namun juga tidak menutup kemungkinan adanya laporan awal dari internal sekolah.
Rasidin juga menyoroti pentingnya jalur resmi dalam menyikapi isu tersebut. Ia meminta agar Dinas Kesehatan turun tangan dan mengeluarkan pernyataan tertulis.
"Jika memang ada laporan, seharusnya Dinas Kesehatan yang mengeluarkan pernyataan resmi agar tidak menimbulkan simpang siur," tegasnya.
Sementara itu, di lapangan, informasi yang beredar justru lebih "panas". Disebutkan bahwa guru GS sempat mengumpulkan beberapa paket makanan dari siswa untuk diperiksa lebih lanjut setelah menemukan benda mencurigakan dalam risol.
Isu lain yang ikut mencuat adalah dugaan pemberhentian sejumlah relawan dapur MBG pascakejadian. Kabar yang beredar menyebutkan ada hingga lima orang yang diberhentikan secara mendadak.
Namun lagi-lagi, Diki Siagian membantah keras keterkaitan tersebut.
"Tidak ada pemecatan karena kasus ini. Evaluasi relawan murni berdasarkan juknis mulai dari usia, kelengkapan administrasi hingga kinerja. Ada yang tidak punya ijazah atau tidak melengkapi berkas," jelasnya.
Menurutnya, istilah "pemecatan" tidak tepat, karena relawan yang tidak memenuhi syarat otomatis tidak dapat dilibatkan lagi.
Di satu sisi, pihak SPPG menyatakan tidak ada bukti kaca, namun mengakui adanya informasi awal yang tidak dilaporkan secara hukum dan diselesaikan secara internal.
Di sisi lain, pihak sekolah mengakui adanya laporan internal, namun memilih menunggu validasi resmi dari otoritas kesehatan.
Meski kedua pihak sepakat bahwa tidak ada korban, publik tetap dihadapkan pada satu pertanyaan besar: apakah ini hanya kesalahpahaman yang dibesar-besarkan, atau ada fakta yang belum sepenuhnya terungkap?.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Kesehatan yang benar-benar mengunci polemik ini. (JN-Irul)
Kantor Pertanahan Kabupaten Tapanuli Selatan terus mendorong percepatan legalisasi aset masyarakat melalui Program Pendaftaran Tanah Sistema
Daerah
Isu dugaan temuan pecahan kaca dalam menu risol program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Angkola Julu kini berkembang menjadi polemik
Daerah
P.SIDIMPUAN Jelajahnews.id Sikap tidak ramah yang ditunjukkan oknum staf di ruang IGD RSUD Metta Medika Padangsidimpuan menuai sorotan ta
Daerah
Upaya memperkuat perlindungan hukum sekaligus meningkatkan profesionalisme Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) terus didorong melalui forum st
Daerah
P.SIDIMPUAN Jelajahnews.id Kantor Pertanahan Kota Padangsidimpuan menggelar rapat koordinasi (rakor) penyiapan lahan pembangunan Balai P
Daerah
TAPSEL Jelajahnews.id Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Batang Toru pada Sabtu, 18 April 2026, sekitar pukul 16.00 WIB, berubah menjad
Daerah
IPTU A. Edi Sitompul, S.H., resmi menjabat sebagai Kapolsek Padangsidimpuan Hutaimbaru dalam prosesi serah terima jabatan (sertijab) yang di
Daerah
P.SIDIMPUAN Jelajahnews.id Suasana khidmat namun penuh semangat mewarnai upacara serah terima jabatan (sertijab) di lingkungan Polres Pa
Daerah
Momen serah terima jabatan (sertijab) di Polres Padangsidimpuan menjadi penanda babak baru perjalanan karier AKP Junaidi Pardede, S.H., M.H.
Daerah
Drama hukum yang menyeret mantan anggota DPRD Tapanuli Selatan dari Fraksi Partai NasDem, Eddi Sullam Siregar, kian berlarut.
Daerah