Fraksi PDIP DPRD Medan Soroti RAPBD 2027, Desak Solusi Air Bersih hingga Evaluasi Kinerja OPD
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan menegaskan akan tetap bersikap kritis dalam mengawal penggunaan anggaran dan kebijakan pembangunan yan
Politik
P.SIDIMPUAN| Jelajahnews.id - Sikap tidak ramah yang ditunjukkan oknum staf di ruang IGD RSUD Metta Medika Padangsidimpuan menuai sorotan tajam, Rabu (22/04/26).
Perilaku tersebut dinilai bukan sekadar persoalan etika komunikasi, tetapi berpotensi merusak citra rumah sakit sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan, terlebih saat berhadapan dengan pasien dalam kondisi darurat.
Menantu Maspardin Sinaga yang ingin berobat mengungkapkan bahwa peristiwa itu terjadi saat ia membawa ayahnya ke IGD dalam kondisi sesak napas berat.
Baca Juga:
Setibanya di lokasi, pihak keluarga berharap adanya penanganan cepat, setidaknya tindakan medis awal untuk meredakan kondisi pasien.
Namun, harapan itu pupus ketika seorang staf IGD berinisial B yang disebut bernama Berlis menyampaikan bahwa ruang IGD dalam kondisi penuh dan tidak tersedia bed untuk pasien.
Bukannya memberikan alternatif penanganan awal, keluarga justru diarahkan untuk membawa pasien ke rumah sakit lain.
Menantu Maspardin mengaku sempat meminta agar ayahnya diberikan tindakan awal seperti terapi uap guna meredakan sesak napas.
Akan tetapi, permintaan tersebut ditolak. Situasi semakin memanas ketika oknum staf tersebut menyampaikan penjelasan dengan nada tinggi di hadapan pasien lain.
"Bed-nya sudah penuh, bapak berobat saja ke rumah sakit lain. Tidak bisa ditangani kalau tidak ada tempat.
Saya tidak takut sama Direktur, memang begitu aturannya," ucap oknum tersebut lantang, sebagaimana ditirukan pihak keluarga.
Merasa kecewa dan tidak mendapatkan pelayanan yang layak, keluarga akhirnya memutuskan membawa pasien ke rumah sakit lain.
Pernyataan Pihak Rumah Sakit
Menanggapi kejadian tersebut, pihak rumah sakit melalui Customer Service, Dinda Lestari Harhap menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas sikap pegawai yang dinilai tidak pantas.
Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan seharusnya disampaikan dengan komunikasi yang baik, ramah, dan tidak menggunakan nada tinggi yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan, apalagi di hadapan pasien lain.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Oknum pegawai tersebut akan kami proses secara internal dan menjadi bahan evaluasi bagi kami ke depan," ujar boru Harahap.
Dinda juga menyebutkan bahwa pihak rumah sakit akan melakukan pembinaan terhadap pegawai agar kejadian serupa tidak terulang, serta memastikan setiap pasien tetap mendapatkan penjelasan yang manusiawi dalam kondisi apa pun.
Sementara itu, Direktur Sri Rezki Lubis diharapkan dapat memberikan klarifikasi lebih lanjut terkait standar operasional prosedur (SOP) penanganan pasien gawat darurat, khususnya dalam kondisi keterbatasan fasilitas.
Meski pihak rumah sakit melalui RSUD Metta Medika Padangsidimpuan telah menyampaikan permohonan maaf dan meminta agar masyarakat yang ingin berobat kembali datang dengan jaminan akan ditangani secara baik, langkah tersebut dipandang sebagai bentuk tanggung jawab awal dari manajemen.
Namun demikian, publik menilai persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. Sikap pelayanan yang dinilai tidak ramah, khususnya di ruang IGD, menjadi sorotan serius karena berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Metta Medika Padangsidimpuan.
Sikap arogan dan minim empati di ruang IGD justru menjadi ancaman serius terhadap kepercayaan masyarakat.
Dalam situasi darurat, pasien tidak hanya membutuhkan tindakan medis, tetapi juga ketenangan dan rasa dihargai. Ketika komunikasi dilakukan dengan nada tinggi dan tanpa empati, maka yang tercoreng bukan hanya individu, melainkan nama besar RSUD Metta Medika Padangsidimpuan itu sendiri.
Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa profesionalisme tenaga kesehatan tidak hanya diukur dari kemampuan medis, tetapi juga dari sikap dan etika dalam melayani.
Evaluasi menyeluruh terhadap oknum staf, termasuk penguatan pengawasan dan standar pelayanan, dinilai mendesak agar citra rumah sakit tetap terjaga dan kepercayaan masyarakat tidak runtuh. (JN-Parlindungan)
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan menegaskan akan tetap bersikap kritis dalam mengawal penggunaan anggaran dan kebijakan pembangunan yan
Politik
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melepas ribuan peserta jalan sehat dalam rangkaian kegiatan edukatif bertajuk Spark Go To Campus di
Daerah
Sekretaris Komisi II DPRD Kota Medan H. Iswanda Ramli, S.E. atau yang akrab disapa Nanda Ramli, menyoroti meningkatnya kasus Influenza Tipe
Politik
Suasana halaman Masjid Al Ikhlas di Jalan Raharja, Lingkungan 12, Pondok Batuan, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, tampak be
Daerah
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau langsung persoalan banjir yang kerap melanda Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang,
Daerah
Brigjen Pol Sonny Irawan, S.I.K., M.H., kembali mendapat kepercayaan untuk memimpin jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara.
Daerah
Seorang siswi kelas II sekolah dasar (SD) berinisial NAL (8) ditemukan meninggal dunia di belakang rumahnya di Kecamatan Bukit Malintang, Ka
Daerah
Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kantor Wilayah mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Padang Sidempuan, Jumat (02/10/26).
Daerah
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pentingnya aksi nyata dari jajaran pengurus Majelis Pimpinan Daerah (MPD) Ikatan
Daerah
Pemerintah Kota (Pemko) Medan berencana merevitalisasi kawasan Taman Sri Deli secara bertahap mulai tahun 2026. Program ini menjadi bagian d
Daerah