Senin, 09 Maret 2026 WIB

Terkuak! Kerangka Manusia Ditemukan di Pinggir Sungai Batangtoru, Diduga Korban Banjir Garoga 2025

editor - Senin, 09 Maret 2026 14:52 WIB
Terkuak! Kerangka Manusia Ditemukan di Pinggir Sungai Batangtoru, Diduga Korban Banjir Garoga 2025
Foto: Petugas mengevakuasi kerangka manusia yang diduga korban banjir bandang Garoga 2025 di Batang Toru.

TAPSEL| Jelajahnews.id - Penemuan kerangka manusia di pinggiran Sungai Batang Toru, Desa Aek Ngadol Sitinjak, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, menggegerkan warga.

Baca Juga:

Peristiwa mengejutkan itu terjadi pada Jumat (6/3/2026) siang, saat warga menemukan tulang belulang manusia di kawasan tumpukan kayu bekas banjir di sekitar aliran sungai.

Kerangka tersebut diduga merupakan korban banjir bandang Garoga yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

Kerangka manusia itu ditemukan di antara tumpukan kayu dan material bekas banjir yang terseret arus sungai.

Temuan mengejutkan tersebut pertama kali dilaporkan oleh Kepala Desa Aek Ngadol, Saolon Sitompul, kepada pihak kepolisian setelah warga melihat adanya tulang belulang manusia di lokasi tersebut.

Kapolsek Batang Toru, AKP P. M. Siboro, mengatakan pihaknya langsung menurunkan personel ke lokasi setelah menerima laporan dari Bhabinkamtibmas Desa Aek Ngadol.

"Setelah menerima laporan dari kepala desa, personel Unit Reskrim Polsek Batang Toru segera menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta penyelidikan awal," ujar AKP P. M. Siboro.

Kerangka tersebut ditemukan di sekitar lahan kebun sawit milik warga yang berada di pinggiran Sungai Batang Toru.

Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah tidak utuh dan sebagian besar hanya tersisa tulang belulang yang tertimbun di antara material kayu dan lumpur bekas banjir.

Di lokasi penemuan, seorang warga bernama Hamzah Siregar menduga kuat kerangka tersebut merupakan ibunya, Tiarma Sitompul (55), warga Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang saat banjir bandang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu.

Keluarga melakukan identifikasi awal berdasarkan ciri susunan gigi bagian bawah korban.

Selain itu, beberapa minggu setelah bencana banjir terjadi, tas milik korban juga pernah ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan kerangka tersebut.

"Berdasarkan keterangan keluarga dan ciri-ciri yang dikenali, kerangka tersebut diduga merupakan korban yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat banjir Garoga.

Namun demikian, kami tetap melakukan pendataan serta pengumpulan keterangan dari para saksi," jelas AKP P. M. Siboro.

Setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi, pihak kepolisian berkoordinasi dengan pemerintah desa serta keluarga korban.

Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan mobil patroli Polsek Batang Toru menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Aek Ngadol untuk dimakamkan

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan, IPTU Bontor Desmonth Sitorus, S.H., M.H., menegaskan bahwa pihak kepolisian tetap menjalankan prosedur penanganan dalam peristiwa tersebut.

"Personel telah melakukan olah tempat kejadian perkara, pendataan identitas korban, serta pemeriksaan terhadap para saksi," ungkapnya.

Ia juga memastikan seluruh proses penanganan berjalan sesuai prosedur, termasuk pengawalan jenazah dari lokasi penemuan hingga proses pemakaman.

Penemuan ini kembali mengingatkan masyarakat akan dahsyatnya banjir bandang Garoga yang melanda wilayah Batangtoru pada akhir tahun lalu dan menyebabkan sejumlah warga dilaporkan hilang. (JN-Irul)

Editor
: Irul Daulay
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru