Senin, 26 Januari 2026 WIB

Gawat! Surat Klarifikasi “Menghilang” di PUPR Tapsel, Dugaan Proyek Irigasi Rp652 Juta Kian Menguat

editor - Senin, 26 Januari 2026 15:59 WIB
Gawat! Surat Klarifikasi “Menghilang” di PUPR Tapsel, Dugaan Proyek Irigasi Rp652 Juta Kian Menguat
Foto: Ruangan Pengairan PUPR Tapsel.

TAPSEL | Jelajahnews.id - Upaya konfirmasi dan klarifikasi yang dilakukan Aliansi Pers Anti Korupsi (APAK) Tabagsel terhadap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tapanuli Selatan justru memunculkan persoalan baru.

Baca Juga:

Surat klarifikasi resmi yang dilayangkan terkait dugaan bermasalahnya proyek irigasi dilaporkan tidak jelas keberadaannya, meski disebut telah didisposisikan ke pejabat terkait.

Surat klarifikasi tersebut ditujukan untuk meminta penjelasan Dinas PUPR atas Proyek Rehabilitasi Bendungan dan Saluran Irigasi Tapus Desa senilai Rp652 juta, yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025 dan dikerjakan oleh CV Yudi Utama.

Saat dikonfirmasi awak media, salah seorang pegawai Dinas PUPR Tapanuli Selatan menyebutkan bahwa surat tersebut tidak hilang dan telah diteruskan ke Kepala Bidang (Kabid) Pengairan.

"Suratnya tidak hilang, Pak. Sudah didisposisikan ke bagian pengairan," ujarnya singkat.

Namun, keterangan berbeda justru disampaikan oleh pegawai perempuan di bagian pengairan. Ia mengaku tidak mengetahui keberadaan surat klarifikasi tersebut dan menyebut akan melakukan pencarian lebih lanjut.

"Kami cari dulu surat itu, Pak. Kalau sudah ketemu, nanti kami hubungi," ucapnya kepada awak media.

Surat Klarifikasi Tak Pernah Dijawab

Surat klarifikasi bernomor 012/AP-SK/2026, tertanggal 20 Januari 2026, hingga kini belum mendapatkan balasan tertulis maupun penjelasan resmi dari Dinas PUPR Kabupaten Tapanuli Selatan.

Ketiadaan respons tersebut dinilai mencederai prinsip keterbukaan informasi publik serta memicu kecurigaan masyarakat terhadap tata kelola proyek yang menggunakan anggaran negara.

APAK Tabagsel menilai, tidak adanya jawaban resmi semakin menguatkan dugaan adanya persoalan serius dalam pelaksanaan proyek irigasi Tapus Desa.

Dugaan Pelanggaran Teknis Pekerjaan

Berdasarkan hasil penelusuran lapangan, pekerjaan fisik proyek irigasi tersebut diduga tidak sepenuhnya sesuai dengan spesifikasi teknis.

Pekerjaan pasangan batu disebut menggunakan material batu gunung berukuran besar dan tidak seragam, serta metode pemasangan yang tidak menunjukkan pola penguncian yang baik.

Editor
: Irul Daulay
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru