Selasa, 27 Januari 2026 WIB

Banjir Bandang dan Longsor di Sumut Timbulkan Kerugian Rp9,98 Triliun, Bobby Nasution Pastikan Penanganan Dipercepat

editor - Minggu, 07 Desember 2025 13:51 WIB
Banjir Bandang dan Longsor di Sumut Timbulkan Kerugian Rp9,98 Triliun, Bobby Nasution Pastikan Penanganan Dipercepat
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution

MEDAN -Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengungkapkan bahwa total kerugian akibat banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Sumut mencapai Rp9,98 triliun. Nilai tersebut merupakan akumulasi kerusakan di seluruh sektor, mulai dari infrastruktur hingga perumahan.

Hal itu disampaikan Bobby usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara daring dari Posko Tanggap Bencana di Gedung Bakti Kwarda Sumut, Jalan AH Nasution, Medan, Minggu (7/12/2025).

"Kami dari Pemprov akan berupaya penuh untuk terus mempercepat penanganan bencana di Provinsi Sumut," kata Bobby.

Baca Juga:
Berdasarkan laporan Pemprov Sumut, kerusakan terparah terjadi pada sektor infrastruktur. Sebanyak 23 ruas jalan nasional, 3 jembatan nasional, 25 ruas jalan provinsi, serta 5 jembatan provinsi mengalami kerusakan berat.

Pada sektor pertanian, kerusakan meliputi 4.359 meter saluran irigasi, 26 titik tanggul, 38.878 hektare lahan pertanian, serta 5.750 hektare puso. Sementara sektor perkebunan terdampak di areal seluas 28.328 hektare, dan sektor peternakan melaporkan sebanyak 161.949 ekor ternak terdampak.

Kerusakan juga terjadi pada sektor pendidikan, dengan 397 sekolah dari jenjang SMA, SMK, SLB, SD, hingga SMP terdampak. Di sektor kesehatan, terdapat 18 rumah sakit, 25 puskesmas, 19 puskesmas pembantu, dan 9 polindes yang turut terkena dampak bencana.

Sektor perumahan menjadi salah satu yang paling terpukul dengan 99.169 unit rumah terdampak. Selain itu, terdapat 131 rumah ibadah yang mengalami kerusakan.

Data sementara mencatat 420.631 kepala keluarga (KK) atau 1.578.014 jiwa terdampak. Jumlah pengungsi mencapai 10.902 KK atau 45.032 jiwa. Bencana ini juga menelan 330 korban jiwa, dengan 650 orang luka-luka, dan 136 orang masih dinyatakan hilang.

Pencarian korban hilang masih dilakukan secara intensif. Bobby menyebutkan bahwa petugas terus berupaya membuka akses ke kawasan yang masih sulit dijangkau.

"Pencarian selalu kita lakukan. Kita update terus, karena masih ada korban yang belum ditemukan, dan nanti kita upayakan akses-aksesnya," ujar Bobby.

Ia juga melaporkan bahwa 13 kecamatan masih terisolir akibat kerusakan akses darat. Meski demikian, distribusi bantuan diklaim tetap berjalan melalui jalur alternatif.

"Ada 13 kecamatan yang masih terisolir. Tetapi secara distribusi bantuan, semua sudah terjangkau, meski tidak melalui jalur darat," jelasnya.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasinya atas kerja keras seluruh pihak, mulai dari gubernur, bupati, walikota, hingga unsur TNI/Polri, relawan, dan masyarakat.

"Semua bekerja keras. Ini tantangan bagi kita, tetapi juga menguji kekuatan dan kekompakan kita. Kita sudah membuktikan bahwa dengan bekerja tanpa lelah, kita mampu menghadapinya," ujar Presiden.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru