Selasa, 27 Januari 2026 WIB

Sumut Targetkan Industrialiasi Komoditas Unggulan 2029, Fokus pada SDM dan Hilirisasi

editor - Kamis, 13 November 2025 09:11 WIB
Sumut Targetkan Industrialiasi Komoditas Unggulan 2029, Fokus pada SDM dan Hilirisasi
Gubernur Sumut, Bobby Nasution saat rapat bersama perangkat dinas terkait di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Kamis (13/11/2025).

MEDAN -Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) meningkatkan daya saing daerah memasuki babak baru melalui penyusunan strategi pengembangan komoditas unggulan yang ditargetkan mencapai skala industri pada 2029. Rencana besar tersebut menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kesiapan infrastruktur sebagai fondasi utama.

Gubernur Sumut, Bobby Nasution, menegaskan bahwa transformasi menuju industri bukan proses instan. Menurutnya, keberhasilan program hanya dapat dicapai melalui tahapan sistematis yang melibatkan seluruh sektor terkait. "Program ini harus berkelanjutan, bukan sekadar bantuan sementara. Kita ingin hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya dalam rapat bersama perangkat dinas terkait di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Kamis (13/11/2025).

Tiga sektor utama menjadi fokus pengembangan, yaitu perkebunan, perikanan, dan peternakan. Pada sektor perkebunan, tiga komoditas unggulan—kelapa, kopi, dan aren—dinilai memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai tambah. Di sektor perikanan, pemerintah memilih ikan asin dan ikan teri sebagai komoditas prioritas karena kekuatan pasar dan tradisi produksi yang sudah lama berkembang di Sumut.

Sementara pada sektor peternakan, pemerintah tengah mempertimbangkan dua kandidat komoditas utama: sapi potong dan kambing sapera. Keduanya masih dikaji untuk menentukan komoditas dengan nilai ekonomi paling strategis untuk dikembangkan hingga tingkat industri.

Bobby merinci tahapan transformasi yang akan ditempuh. Perencanaan dilakukan pada 2025–2026, disusul pembangunan infrastruktur pendukung pada 2026. Penguatan SDM menjadi fokus penting di tahun yang sama agar petani, peternak, dan pelaku usaha memiliki kemampuan mengelola ranah industri. Selanjutnya, hilirisasi berlangsung pada 2027–2028 sebelum masuk ke pembangunan industri penuh pada 2029.

"Pemerintah pusat melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto sudah menyiapkan arah pembangunan nasional, dan program di Sumut ini berjalan selaras. Kita ingin komoditas daerah benar-benar naik kelas," kata Bobby.

Ia menegaskan bahwa komitmen seluruh lembaga dan pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk menyukseskan program besar tersebut. Dengan strategi yang terukur dan kerja sama yang kuat, Sumut menargetkan peningkatan signifikan pada pendapatan masyarakat, khususnya petani dan peternak, dalam lima tahun mendatang.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru